KETIKA berada di masjid atau tempat umum, terkadang seseorang harus melewati orang yang sedang melaksanakan shalat. Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama ketika saf sedang penuh atau seseorang ingin menuju tempat tertentu. Namun, muncul pertanyaan, apakah boleh lewat di depan orang yang sedang shalat?
Islam memberikan perhatian terhadap kekhusyukan dalam shalat. Karena itu, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika seseorang berada di sekitar orang yang sedang beribadah. Salah satunya adalah tidak sembarangan melintas di hadapannya.
BACA JUGA: Bolehkah Tidak Mengeraskan “Aamiin” Ketika Shalat Berjamaah?
Larangan Lewat di Depan Orang Shalat
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras mengenai seseorang yang melewati orang lain yang sedang shalat. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang ditanggungnya, niscaya berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada melewati orang tersebut.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Peringatan tersebut menunjukkan bahwa melewati orang yang sedang shalat bukan perkara yang sebaiknya dianggap sepele.
Tujuannya adalah menjaga kekhusyukan orang yang sedang beribadah. Ketika seseorang tiba-tiba berjalan tepat di hadapannya, perhatian orang yang shalat dapat terganggu.
Apa yang Dimaksud di Depan Orang Shalat?
Yang perlu dipahami, larangan tersebut tidak berarti seseorang sama sekali tidak boleh bergerak di sekitar orang yang sedang shalat. Ada batas tertentu yang menjadi perhatian dalam masalah ini.
Jika seseorang shalat dengan menggunakan sutrah, maka area yang perlu dihindari adalah antara orang yang shalat dan sutrah tersebut. Sutrah merupakan sesuatu yang digunakan sebagai pembatas di depan orang yang sedang shalat.
Rasulullah ﷺ menganjurkan orang yang shalat untuk menggunakan sutrah. Dengan adanya sutrah, orang lain memiliki batas yang jelas sehingga tidak melewati area antara orang yang sedang shalat dan pembatas tersebut.
Bagaimana Jika Tidak Ada Sutrah?
Jika seseorang shalat tanpa sutrah, para ulama membahas batas area yang sebaiknya tidak dilewati di hadapannya. Karena terdapat perbedaan pendapat mengenai ukuran dan batas tersebut, seorang Muslim sebaiknya mengambil sikap hati-hati.
Jika memungkinkan, jangan melintas tepat di hadapan orang yang sedang shalat. Lewatilah bagian belakangnya atau tunggu sampai ia selesai melaksanakan shalat.
Hal ini menjadi lebih penting ketika seseorang berada di masjid. Masjid merupakan tempat ibadah sehingga menjaga ketenangan dan kekhusyukan orang lain merupakan bagian dari adab.
Bagaimana Jika Terpaksa Lewat?
Terkadang seseorang berada dalam kondisi yang membuatnya sulit untuk menghindari orang yang sedang shalat. Misalnya, jalan yang tersedia sangat sempit atau seseorang harus keluar dari tempat tertentu.
Dalam keadaan seperti itu, seseorang tetap perlu berusaha mencari jalan yang tidak mengganggu orang yang sedang shalat. Jika terdapat ruang di belakang atau sisi lain, pilihlah jalan tersebut.
Orang yang sedang shalat juga dianjurkan memiliki sutrah ketika memungkinkan. Dengan demikian, batas tempat shalat menjadi lebih jelas dan orang lain dapat mengetahui area yang sebaiknya tidak dilewati.
Apakah Shalat Menjadi Batal?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah shalat seseorang menjadi batal ketika ada orang yang lewat di depannya.
Masalah ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada hadis yang menyebutkan beberapa hal yang dapat memutus shalat apabila melewati bagian depan orang yang shalat, sementara para ulama memiliki penjelasan berbeda mengenai maksud dan penerapannya.
Karena itu, tidak tepat menyimpulkan secara sederhana bahwa setiap orang yang lewat di depan orang shalat pasti membuat shalatnya batal. Yang jelas, melewati orang yang sedang shalat tanpa kebutuhan merupakan perbuatan yang harus dihindari.
Bagaimana Sikap Orang yang Sedang Shalat?
Orang yang sedang shalat juga memiliki hak untuk menjaga area shalatnya. Jika seseorang hendak melewati bagian depan, ia dapat mencegahnya dengan cara yang dibenarkan.
Rasulullah ﷺ bersabda agar orang yang sedang shalat mencegah orang lain melewati di hadapannya. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga batas tempat shalat merupakan bagian dari adab dalam ibadah.
Namun, mencegahnya tetap dilakukan dengan tenang dan tidak sampai mengganggu kekhusyukan shalat.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Isya di Tengah Malam?
Lewat tepat di depan orang yang sedang shalat sebaiknya tidak dilakukan tanpa kebutuhan. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan mengenai perbuatan tersebut karena dapat mengganggu orang yang sedang beribadah.
Jika ingin melewati seseorang yang sedang shalat, usahakan mengambil jalan dari belakang atau sisi yang tidak berada di antara orang tersebut dan sutrahnya. Jika tidak ada sutrah, sikap hati-hati tetap diperlukan.
Islam mengajarkan agar ibadah seseorang dihormati. Dengan menjaga adab ketika berada di sekitar orang yang sedang shalat, kita turut membantu menciptakan suasana ibadah yang tenang dan penuh kekhusyukan.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

