Apakah Jima Tanpa Doa Berdampak Buruk Terhadap Calon Anak?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK pasangan suami istri mungkin pernah melakukan jima tanpa membaca doa terlebih dahulu. Setelah itu, muncul kekhawatiran, apakah hubungan intim tanpa doa dapat memberikan dampak buruk terhadap calon anak apabila dari hubungan tersebut terjadi kehamilan? Kekhawatiran ini perlu dijawab dengan pemahaman yang benar agar pasangan tidak dihantui rasa takut yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Dalam Islam, sebelum melakukan jima memang terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Doa tersebut berbunyi, “Bismillah, Allahumma jannibnasy-syaithana wa jannibisy-syaithana ma razaqtana,” yang bermakna memohon kepada Allah agar menjauhkan setan dari pasangan dan dari anak yang mungkin dianugerahkan melalui hubungan tersebut. Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan menjadi salah satu adab yang dianjurkan bagi pasangan suami istri.

BACA JUGA: Pilih Anak Pintar Ilmu Agama atau Pintar Ilmu Dunia?

Lalu bagaimana jika seseorang lupa membaca doa tersebut? Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa anak yang dikandung karena hubungan suami istri tanpa membaca doa pasti akan mengalami gangguan fisik, penyakit, memiliki akhlak buruk, atau mendapatkan pengaruh buruk dari setan. Karena itu, orang tua tidak seharusnya menyimpulkan bahwa kondisi anak kelak merupakan akibat langsung dari lupa membaca doa sebelum jima.

Doa sebelum jima memiliki kedudukan sebagai tuntunan dan perlindungan yang diajarkan Rasulullah ﷺ, bukan seperti sebuah syarat sah hubungan suami istri. Artinya, hubungan suami istri tetap sah meskipun pasangan lupa atau tidak membaca doa tersebut. Kehamilan yang terjadi setelahnya juga tidak menjadi kehamilan yang buruk hanya karena doa tersebut terlewatkan.

Hadis tentang doa sebelum jima menjelaskan bahwa apabila pasangan membaca doa tersebut sebelum hubungan dan kemudian Allah menakdirkan seorang anak dari hubungan itu, setan tidak akan dapat membahayakan anak tersebut dalam konteks yang dijelaskan oleh hadis. Para ulama menjelaskan hadis ini sebagai keutamaan membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah, bukan sebagai dasar untuk menyatakan bahwa anak yang orang tuanya lupa berdoa pasti akan mendapatkan keburukan.

Karena itu, pasangan yang pernah lupa membaca doa tidak perlu panik setelah mengetahui bahwa istrinya hamil. Jangan sampai muncul pikiran bahwa anak tersebut akan menjadi nakal, sulit mendapatkan rezeki, memiliki penyakit tertentu, atau mendapatkan gangguan tertentu hanya karena orang tuanya lupa membaca doa sebelum jima. Anggapan seperti itu tidak memiliki dasar yang cukup untuk dijadikan keyakinan.

https://s.shopee.co.id/3B7dtHMC5T

Ada perbedaan penting antara meninggalkan sebuah sunnah karena lupa dengan sengaja meremehkan ajaran agama. Jika seseorang mengetahui adanya doa sebelum jima tetapi sesekali lupa, ia dapat memperbaikinya pada kesempatan berikutnya. Namun, jika seseorang memang sengaja mengabaikan sunnah, ia sebaiknya melakukan introspeksi dan berusaha kembali mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ tanpa harus menghubungkannya dengan vonis buruk terhadap anak yang akan lahir.

Islam juga mengajarkan agar manusia tidak membebani dirinya dengan sesuatu yang berada di luar kemampuannya. Lupa merupakan sesuatu yang dapat terjadi pada manusia, dan seseorang tidak perlu terus-menerus menyalahkan dirinya atas sesuatu yang telah terlewat. Yang lebih baik adalah belajar dari kelupaan tersebut dan berusaha mengamalkan doa pada hubungan berikutnya.

Perlu dipahami pula bahwa kondisi seorang anak tidak hanya berkaitan dengan satu peristiwa ketika kedua orang tuanya melakukan jima. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor genetik, kondisi kehamilan, kesehatan ibu, nutrisi, lingkungan, pola asuh, pendidikan, serta berbagai faktor biologis dan sosial lainnya. Karena itu, menghubungkan seluruh keadaan seorang anak hanya dengan ada atau tidaknya doa sebelum jima merupakan kesimpulan yang terlalu jauh.

Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, membaca doa sebelum jima tetap merupakan amalan yang baik untuk dibiasakan. Selain mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, doa mengingatkan suami dan istri bahwa anak adalah karunia Allah yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali manusia. Dengan berdoa, pasangan juga belajar menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang mereka mampu.

Jika hubungan telah dilakukan tanpa doa dan kemudian terjadi kehamilan, pasangan tidak perlu merasa bahwa mereka telah menyebabkan keburukan bagi anaknya. Mereka justru dapat memperbanyak doa selama masa kehamilan, menjaga kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan nutrisi, melakukan pemeriksaan kehamilan, dan mempersiapkan lingkungan keluarga yang baik. Setelah anak lahir, pendidikan agama, kasih sayang, teladan orang tua, serta pengasuhan yang baik juga menjadi bagian penting dalam membentuk kehidupannya.

BACA JUGA: Kecerdasan Anak, Cerminan Kepedulian Seorang Ibu

Jadi, apakah jima tanpa doa berdampak buruk terhadap calon anak? Tidak ada dasar yang cukup untuk mengatakan bahwa lupa membaca doa sebelum jima otomatis menyebabkan calon anak mengalami keburukan tertentu. Doa sebelum jima adalah sunnah dan adab yang sangat baik untuk diamalkan, tetapi kelupaannya tidak boleh dijadikan alasan untuk menuduh bahwa seorang anak akan membawa dampak buruk atau mengalami masalah tertentu.

Yang terpenting adalah menjadikan doa tersebut sebagai kebiasaan mulai sekarang. Jika sebelumnya pernah lupa, tidak perlu tenggelam dalam kecemasan; cukup bertaubat jika merasa lalai, memohon kebaikan kepada Allah untuk keluarga dan anak, kemudian berusaha mengamalkan sunnah tersebut pada kesempatan berikutnya. Dengan demikian, pasangan tetap menjalani kehidupan rumah tangga dengan tenang sekaligus berusaha mengikuti tuntunan agama sebaik mungkin. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *