PERTANYAAN ini menarik karena Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah.
Beliau tinggal di surga sebelum diturunkan ke bumi. Bahkan, Allah berbicara langsung kepada Nabi Adam dan memberinya berbagai perintah.
Lalu muncul pertanyaan:
Apakah Nabi Adam juga pernah melihat Allah dengan mata kepala saat berada di surga?
Jawabannya, tidak ada dalil sahih yang secara tegas menyatakan bahwa Nabi Adam pernah melihat Allah dengan mata kepala di surga.
1. Allah Memang Berbicara kepada Nabi Adam
Tidak diragukan bahwa Nabi Adam mendapatkan komunikasi langsung dari Allah.
Allah berfirman,
“Dan Kami berfirman, ‘Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat berbagai makanan yang ada di sana sesukamu.’” (QS. Al-Baqarah: 35)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memberikan perintah langsung kepada Nabi Adam.
BACA JUGA: Memahami Liku-Liku Dakwah dari Kisah Nabi Adam dalam Surat Al-Hijr
Namun, mendengar kalam Allah tidak otomatis berarti melihat Allah.
Keduanya merupakan perkara yang berbeda.
2. Melihat Allah adalah Perkara yang Sangat Agung
Dalam akidah Ahlus Sunnah, melihat Allah merupakan kenikmatan besar bagi orang-orang beriman di akhirat.
Allah berfirman,
“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23)
Ayat ini menjadi salah satu dalil tentang ru’yatullah, yaitu orang-orang beriman akan melihat Allah di akhirat.
Rasulullah Muhammad ﷺ juga bersabda,
“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihat-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, persoalan melihat Allah bukan perkara yang boleh ditetapkan hanya berdasarkan cerita atau perkiraan.
3. Apakah Nabi Adam Pernah Melihat Allah?
Untuk menjawabnya, kita harus membedakan antara apa yang pasti berdasarkan dalil dan apa yang tidak diketahui.
Yang pasti, Nabi Adam tinggal di tempat yang Allah sebut sebagai surga dan mendapatkan perintah dari Allah.
Namun, tidak terdapat dalil sahih yang secara tegas mengatakan bahwa Nabi Adam melihat Allah dengan mata kepala ketika berada di sana.
Maka kita tidak boleh memastikan sesuatu yang tidak memiliki dalil yang jelas.
Cukup mengatakan:
Allah berbicara kepada Nabi Adam, tetapi tidak ada dalil sahih yang memastikan Nabi Adam melihat Allah saat itu.
4. Bagaimana dengan Perdebatan tentang Surga Nabi Adam?
Para ulama memang berbeda pendapat tentang surga tempat Nabi Adam tinggal.
Sebagian ulama berpendapat bahwa surga tersebut adalah Jannah yang akan menjadi tempat tinggal orang-orang beriman di akhirat.
Sebagian ulama lainnya memiliki pendapat berbeda mengenai hakikat tempat tersebut.
Perbedaan ini merupakan pembahasan yang panjang dalam literatur akidah dan tafsir.
Namun, apa pun pendapat yang dipilih mengenai lokasi atau hakikat surga tersebut, kita tetap tidak memiliki dalil sahih yang tegas untuk mengatakan:
“Nabi Adam pasti melihat Allah dengan mata kepala di sana.”
5. Jangan Menyamakan Kedekatan dengan Allah dan Melihat Allah
Ini juga penting.
Nabi Adam mendapatkan kemuliaan yang luar biasa.
Beliau adalah manusia pertama.
Allah menciptakannya dengan tangan-Nya sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih, mengajarinya nama-nama, menempatkannya di surga, dan berbicara kepadanya.
Tetapi semua itu tidak otomatis berarti Nabi Adam melihat Allah secara langsung.
Dalam perkara gaib, kita harus berhenti pada batas yang ditunjukkan oleh dalil.
BACA JUGA: 20 Pelajaran Penting dari Nabi Adam ‘Alaihissalam
Jadi, Apa Jawaban yang Paling Aman?
Tidak ada dalil sahih yang secara tegas menyatakan Nabi Adam melihat Allah dengan mata kepala ketika berada di surga.
Yang jelas, Allah berbicara kepada Nabi Adam.
Adapun ru’yatullah merupakan kenikmatan agung bagi orang-orang beriman di akhirat, sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadis sahih.
Maka ketika ditanya, “Apakah Nabi Adam pernah melihat Allah di surga?”, jawaban yang paling tepat adalah:
Kita tidak memiliki dalil sahih yang memastikan hal tersebut. Allahu a’lam.
Dalam persoalan akidah, sikap seperti ini penting.
Sebab terkadang mengatakan “saya tidak tahu” justru lebih ilmiah dan lebih selamat daripada memastikan sesuatu yang tidak pernah ditegaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


