Kunjungan Harun ar-Rasyid ke Al-Fudhail untuk Mendapatkan Nasihat

Nasrulloh Baksolahar
3 Min Read
Foto: Islampos AI

SUATU malam Harun ar-Rasyid dan al-Abbas mengunjungi al-Fudhail bin Iyadh.

Sampai di depan pintu rumah, mereka mendapati al-Fudhail tengah membaca Al-Qur’an surat al-Jatsiyah ayat 21:

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّاتِ أَنْ تَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ

Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh?

Maksudnya, apakah orang-orang yang berbuat salah dan mengerjakan yang tercela mengira bahwa di akhirat kelak Kami (Allah) akan memperlakukan sama antara mereka dan orang-orang yang berbuat kebajikan sedangkan mereka beriman? Tentu saja tidak. Buruk sekali apa yang mereka putuskan.

Sang Harun ar-Rasyid berkata, “Kedatangan kita untuk meminta nasihat, dan apa yang baru beliau baca tadi sudah cukup sebagai nasihat.”

Tetapi Harun ar-Rasyid tetap menyuruh al-Abbas untuk mengetuk pintu. Al-Abbas pun mengetuk pintu seraya berkata, “Bukakan pintu untuk Amirul Mukminin.”

Al-Fudhal bertanya dari dalam, “Apa yang akan dilakukan oleh Amirul Mukminin di rumahku?”

Al-Abbas menjawab, “Patuhi perintah Amirul Mukminin, dan bukakan pintu.”

Pada saat itu, waktu sudah malam, dan lampu di rumah al-Fudhail masih menyala. Setelah memadamkan lampu, al-Fudhail membukakan pintu.

Sang Khalifah masuk seraya mengulurkan tangannya supaya dijabat oleh al-Fudhail. Setelah berjabat tangan dengan Sang Khalifah, al-Fudhail berkata, “Celaka jika tangan yang halus ini sampai tidak selamat dari siksa di hari kiamat nanti.”

Selanjutnya al-Fudhail berkata kepada Sang Khalifah, “Wahai Amirul Mukminin, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan Allah, karena Dia akan menyuruh Anda berdiri bersama seorang muslim di tempat yang sama. Orang itu akan menuntut Anda soal keadilan Anda ke padanya.”

Mendengar itu, Harun ar-Rasyid sontak menangis meraung-raung, lalu mendekap al-Fudhail.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

Al-Abbas berkata kepada al-Fudhail, “Sebentar, wahai Fudhail. Kalau seperti ini Anda bisa membunuh Amirul Muikminin.”

Al-Fudhail berkata kepada al-Abbas, “Wahai Haman, kamu dan kaummu telah membinasakannya. Kenapa kamu malah berkata kepadaku seperti itu?”

Harun ar-Rasyid berkata kepada al-Abbas, “Kalau la menganggap kamu Haman berarti aku ini Fir’aun…”

Selanjutnya Harun ar-Rasyid meletakkan uang seribu dinar di depan al-Fudhail seraya berkata, “Ini uang halal karena berasal dari mas kawin ibuku dan harta pusaka peninggalannya.”

Al-Fudhail menjawab, “Aku perintahkan Anda untuk mengangkat tangan Anda dari isinya, lalu kembali kepada Sang Pencipta Anda. Ambil kembali uang yang Anda berikan kepadaku itu.”

Al-Fudhail enggan menerima uang itu. Kemudian Harun ar-Rasyid pun pulang meninggalkan rumah al-Fudhail. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *