Jam Berapa Sih Tepatnya Shalat Dhuha Itu?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

PERNAH bangun pagi, lalu melihat jam dan bertanya, “Sekarang sudah boleh shalat Dhuha belum, ya?”

Pertanyaan ini cukup sering muncul karena waktu shalat Dhuha memang tidak dimulai sejak matahari terbit. Ada jeda antara terbitnya matahari dan masuknya waktu Dhuha.

Jadi, jangan sampai baru matahari terbit langsung berdiri mengerjakan shalat Dhuha. Ada waktu yang perlu diperhatikan.

BACA JUGA: Bolehkah Ada Shalat Witir setelah Shalat Dhuha?

Kapan Waktu Shalat Dhuha Dimulai?

Shalat Dhuha dilakukan setelah matahari terbit dan sudah meninggi. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang waktu shalat Dhuha yang dilakukan ketika anak unta mulai merasa panas karena terik matahari.

Beliau bersabda, “Shalat Awwabin adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa waktu tersebut menunjukkan waktu Dhuha ketika matahari sudah cukup tinggi, bukan tepat setelah matahari terbit.

Secara praktik, para ulama menjelaskan bahwa awal waktu Dhuha adalah sekitar 15 menit setelah matahari terbit, meskipun waktunya dapat sedikit berbeda sesuai kondisi dan perhitungan terbit matahari di masing-masing daerah.

Misalnya, jika matahari terbit pukul 05.50, maka waktu Dhuha dapat dimulai sekitar pukul 06.05 atau setelahnya.

https://s.shopee.co.id/2Vrx5sXv0j

Apakah Jam 7 Sudah Boleh?

Tentu.

Jika matahari sudah terbit dan telah berlalu waktu yang cukup, maka shalat Dhuha sudah dapat dikerjakan.

Karena itu, seseorang yang baru memiliki waktu luang pukul 07.00, 08.00, atau 09.00 masih bisa mengerjakan shalat Dhuha selama belum masuk waktu zawal atau waktu Zhuhur.

Jadi, tidak perlu berpikir bahwa shalat Dhuha harus dilakukan tepat setelah matahari terbit.

Kapan Waktu Terbaiknya?

Waktu Dhuha berlangsung cukup panjang. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah semakin tinggi dan panasnya mulai terasa.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Shalat Awwabin adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim).

Karena itu, jika seseorang memiliki kesempatan, mengerjakan shalat Dhuha ketika matahari sudah cukup tinggi merupakan waktu yang utama.

Namun, bukan berarti shalat Dhuha yang dilakukan pada pagi hari setelah awal waktunya menjadi tidak utama atau tidak sah. Selama waktunya sudah masuk, shalat tersebut tetap merupakan shalat Dhuha.

Kapan Waktu Dhuha Berakhir?

Nah, ini juga penting.

Jangan sampai karena mengetahui waktu Dhuha berlangsung lama, seseorang justru mengerjakannya ketika matahari sudah hampir tepat berada di atas kepala.

Waktu Dhuha berakhir sebelum matahari mengalami zawal, yaitu ketika matahari mulai bergeser menuju arah barat dan masuknya waktu Zhuhur.

Secara praktis, seseorang bisa berhenti mengerjakan shalat Dhuha beberapa menit sebelum masuk waktu Zhuhur untuk mengambil sikap lebih hati-hati.

Jadi, rentang waktunya cukup panjang: mulai setelah matahari terbit dan meninggi hingga menjelang Zhuhur.

Bagaimana Jika Terlambat?

Misalnya seseorang bangun pukul 09.30 dan belum shalat Dhuha. Tidak perlu panik.

Selama waktu Dhuha belum berakhir, ia masih bisa mengerjakannya.

Begitu pula orang yang sibuk bekerja sejak pagi. Jika baru memiliki kesempatan pada pukul 10.00 atau 10.30, ia masih dapat melaksanakan shalat Dhuha selama belum masuk waktu Zhuhur.

Inilah salah satu kemudahan dalam ibadah sunnah. Kita tidak perlu mencari alasan bahwa waktunya sudah lewat hanya karena tidak sempat mengerjakannya pada pagi-pagi sekali.

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Dhuha Cuma Dua Rakaat?

Jadi, Jam Berapa Tepatnya?

Sahabat Islampos, sebenarnya tidak ada satu angka jam yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

Waktu Dhuha mengikuti posisi matahari, sehingga waktunya berbeda-beda menurut lokasi dan tanggal.

Patokan sederhananya adalah: shalat Dhuha dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit dan berakhir beberapa menit sebelum masuk waktu Zhuhur.

Jika ingin mendapatkan waktu yang lebih tepat, perhatikan jadwal terbit matahari di daerah masing-masing.

Jadi, kalau besok pagi matahari terbit pukul 05.50, jangan langsung shalat Dhuha pukul 05.51. Tunggu hingga matahari terbit dan meninggi, kemudian barulah tunaikan shalat Dhuha.

Tidak harus pagi-pagi sekali. Yang penting, jangan sampai waktu Dhuha sudah habis.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *