BANYAK orang mengira bahwa setiap anggota wudhu harus dibasuh sebanyak tiga kali agar wudhunya sah. Anggapan ini cukup umum karena kita memang sering melihat tata cara wudhu yang dilakukan dengan tiga kali basuhan.
Namun, bagaimana jika seseorang hanya membasuh wajah, tangan, dan kaki satu kali saja? Apakah wudhunya tetap sah?
Jawabannya: ya, wudhu dengan satu kali basuhan tetap sah, selama seluruh bagian yang memang wajib dibasuh terkena air dengan sempurna.
BACA JUGA: Bolehkah Wudhu dengan Air Panas?
Nabi Pernah Berwudhu Satu Kali
Dasarnya cukup jelas. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pernah berwudhu dengan membasuh setiap anggota wudhu satu kali.
“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berwudhu dengan membasuh anggota wudhu masing-masing satu kali.” (HR. Bukhari no. 157).
Hadits ini menunjukkan bahwa membasuh anggota wudhu satu kali sudah mencukupi.
Jadi, angka tiga bukanlah syarat sah wudhu. Seseorang tidak perlu mengulang setiap basuhan tiga kali agar wudhunya menjadi sah.
Allah Ta’ala juga menjelaskan anggota tubuh yang harus dibersihkan ketika berwudhu: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.” (QS. Al-Ma’idah: 6).
Lalu, Mengapa Sering Dilakukan Tiga Kali?
Tiga kali basuhan merupakan salah satu bentuk wudhu yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, beliau memperagakan wudhu Nabi dengan membasuh beberapa anggota wudhu sebanyak tiga kali. (HR. Muslim no. 226a).
Karena itu, membasuh tiga kali memiliki dasar dari sunnah Nabi.
Akan tetapi, adanya contoh tiga kali tidak berarti satu kali menjadi tidak sah. Ada pula riwayat shahih yang menunjukkan Nabi berwudhu dengan satu kali basuhan dan ada riwayat lain yang menunjukkan dua kali. Ini menunjukkan adanya variasi dalam tata cara wudhu beliau.
Dengan demikian, seseorang boleh membasuh anggota wudhu satu kali, dua kali, atau tiga kali berdasarkan contoh yang ada dalam sunnah.
Yang Penting, Air Harus Mengenai Semuanya
Hal yang perlu diperhatikan bukan sekadar jumlah basuhan, tetapi kesempurnaan basuhan.
Misalnya, ketika membasuh wajah satu kali, seluruh bagian wajah yang wajib dibasuh harus terkena air. Begitu pula kedua tangan hingga siku dan kedua kaki hingga mata kaki.
Jika seseorang hanya menuangkan air pada sebagian anggota tubuh, kemudian masih ada bagian yang tidak terkena air, maka masalahnya bukan karena hanya membasuh satu kali. Masalahnya adalah basuhan tersebut belum sempurna.
Karena itu, jangan sampai seseorang terlalu sibuk menghitung jumlah basuhan, tetapi justru ada bagian anggota wudhu yang terlewat.
Satu Kali Bukan Berarti Asal Basah
Ada perbedaan antara membasuh satu kali dengan sempurna dan sekadar membuat anggota tubuh terkena sedikit air.
Ketika seseorang membasuh wajah satu kali, misalnya, ia harus memastikan air mengenai bagian wajah yang wajib dibasuh. Begitu pula ketika membasuh tangan dan kaki.
Jadi, satu kali sudah cukup jika dilakukan dengan benar.
Sebaliknya, mengulang sampai tiga kali tidak otomatis membuat wudhu lebih sempurna jika setiap basuhan dilakukan dengan tergesa-gesa hingga ada bagian yang tidak terkena air.
Jangan Berlebihan Menggunakan Air
Pembahasan ini juga mengingatkan kita agar tidak berlebihan dalam berwudhu. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memang mencontohkan tiga kali basuhan, tetapi beliau juga pernah berwudhu satu kali.
Hal tersebut menunjukkan bahwa tiga kali bukan angka wajib yang harus selalu dilakukan.
Jika seseorang sedang terburu-buru tetapi masih memiliki waktu untuk berwudhu dengan sempurna, membasuh setiap anggota wudhu satu kali dapat menjadi pilihan yang sah.
Yang terpenting, jangan sampai terburu-buru menyebabkan ada bagian yang tidak terkena air.
BACA JUGA: Apakah Berkeringat Dapat Membatalkan Wudhu?
Jadi, Sah atau Tidak?
Kesimpulannya, wudhu hanya dengan satu kali basuhan tetap sah. Hal ini memiliki dasar dari hadits shahih bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam pernah membasuh anggota wudhu masing-masing satu kali.
Adapun membasuh tiga kali merupakan bagian dari tuntunan yang juga dicontohkan Nabi. Dalam riwayat lain, beliau berwudhu dengan dua kali basuhan.
Maka, jangan menganggap wudhu satu kali sebagai wudhu yang tidak sah. Selama anggota wudhu yang wajib dibasuh terkena air secara sempurna, wudhunya sah, insya Allah.
Yang lebih penting bukan sekadar berapa kali air dituangkan, tetapi apakah wudhu tersebut dilakukan sesuai tuntunan dan dengan sempurna.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

