Beda Air Laut dengan Air Bah

3 Min Read
Foto: Istimewa

BEDA antara air laut dengan air bah air sungai. Kasihan Aceh, Sumatra, Tapanuli, Sibolga, dan lain-lain yang terkena dampak banjir besar.

Siang malam hati saya mencelos kalau ingat mereka, sayang saya sudah tua dan kaki sakit-sakitan. Ingin rasanya berangkat ke sana untuk bantu masak masak misalnya atau sekadar membawa makanan dan mungkin nanti alat tulis bagi anak-anak yang buku bukunya hilang ditelan air. Yang saya mampu hanya berdoa, mengikuti perkembangan berita dan mengajak anak-anak sekolah dan guru untuk donasi, dan

Alhamdulillah saya baru gajian jadi bisa ikutan menyumbang sedikit-sedikit.

Saya pernah ikut jadi relawan waktu tsunami Aceh tahun 2024, banjir kali ini lebih dahsyat. Kalau dulu, musibah datang sekejab lalu dua hari hilang, dan ketika itu segera orang-orang bisa berjalan kaki walau dalam kondisi sedih, di posko-posko ada deretan nama yang ditemukan, nama anak yang ditemukan nama orangtua yang ditemukan.

Ketika itu mayat bergelimpangan, terkadang kaki kesandung mayat yang menggembung tapi tidak bau, mengapa?

Kadang ada orang datang bawa bantuan, baik kardus-kardus makanan atau biasanya sih ibu-ibu yaa, bawa uang dalam kresek hitam isi perhiasan juga ada, dikasih blek gitu aja ke relawan. Lalu di-list.

Yaa. Semua berlalu begitu saja

Tidak ada foto, saya lupa fotonya pada ke mana.

Tapi situasi ini tempat melekatnya hati. Semua walau enggak kenal kayak saudara banget.

Jujur jadi rindu dengan teman-teman relawan dan banyak lagi, tapi cuma itu yang saya ingat.

Selain itu, yang sigap banget tuh relawan PKS dan tentunya TNI.

Tapi karena saya ibu-ibu jadi enggak main dengan TNI.

BACA JUGA:  Sabar yang Sebenarnya

Mungkin dari situ yaa saya jadi punya pengalaman masak banyak dan cepat, yang ternyata berguna ketika bikin sekolah dan masak banyak untuk anak-anak sekolahan, kadang sampai 1500 porsi saya sanggup lho, enggak capek.

Nulis cerita kayak gini aja udah senang banget. Mengingat masa muda dulu, jadi saya merasakan banget situasi dan kondisi para korban dan juga air mata terus mengalir tapi bingung mau bantu apa ..~ maafkan saya saudara-saudaraku yang ada di Sumatra, Aceh, Sibolga, Tapanuli, dll.

Saya haturkan alfatehah berkali-kali dalam harian saya juga sedikit bantuan yang agak berserakan ke beberapa lembaga.

Ketika menulis ini saya lagi lihat foto burung di kamera hape saya, saya jadi kepikir, burung-burung pada ke mana ..Yaa Rabb. []

𝑩𝒚: 𝑴𝒂𝒎 𝑭𝒊𝒇𝒊
Owner & Conceptor of Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc)
“𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗯𝘂”
www.jakartaislamicschool.com
+62 811-1277-155
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *