Apakah Benar Rezeki Haram Dapat Memengaruhi Doa Kita?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Umar Faqih / Islampos

SETIAP Muslim tentu berharap agar doa-doanya dikabulkan oleh Allah. Ada yang berdoa meminta kelapangan rezeki, kesembuhan dari penyakit, kemudahan dalam pekerjaan, hingga keberkahan hidup bagi keluarganya. Namun, pernahkah kita bertanya apakah makanan dan harta yang diperoleh dari jalan haram dapat memengaruhi terkabulnya doa?

Dalam Islam, mencari rezeki yang halal bukan sekadar urusan memenuhi kebutuhan hidup. Kehalalan harta juga berkaitan dengan ketaatan kepada Allah dan kesungguhan seorang hamba dalam menjaga dirinya dari perkara yang dilarang. Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati terhadap sumber penghasilannya, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa dalam Hati dalam Kamar Mandi?

Rezeki Haram Menjadi Penghalang Terkabulnya Doa

Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan tentang seseorang yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu, lalu mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdoa, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Namun, makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan hidupnya berasal dari sesuatu yang haram.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa mengonsumsi sesuatu yang haram merupakan salah satu penghalang terkabulnya doa. Padahal, orang tersebut telah melakukan beberapa hal yang menjadi sebab terkabulnya doa, seperti melakukan perjalanan dan mengangkat tangan ketika memohon kepada Allah.

Namun, sumber penghasilannya yang haram menjadi perkara serius yang dapat menghalangi doanya. Hadis ini mengingatkan kita bahwa kesungguhan dalam berdoa perlu disertai usaha menjaga kehalalan rezeki.

Meski demikian, bukan berarti setiap orang yang pernah memperoleh harta haram pasti seluruh doanya tertolak. Kita tidak berhak memastikan perkara tersebut terhadap individu tertentu. Allah Maha Mengetahui keadaan setiap hamba dan memiliki hikmah dalam menetapkan jawaban atas setiap doa.

banner facewash

Mengapa Kehalalan Rezeki Sangat Penting?

Rezeki halal merupakan bagian dari ketaatan seorang Muslim. Harta yang diperoleh melalui pekerjaan yang jujur, transaksi yang dibenarkan, dan usaha yang tidak merugikan orang lain diharapkan membawa keberkahan bagi kehidupan.

Sebaliknya, harta haram dapat muncul dari berbagai perbuatan, seperti mencuri, menipu, menerima suap, melakukan riba, atau mengambil hak orang lain. Perbuatan tersebut bukan hanya melanggar ketentuan agama, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian bagi sesama manusia.

Allah berfirman, “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Ayat ini memerintahkan manusia untuk mengonsumsi sesuatu yang halal dan baik. Prinsip tersebut juga mengingatkan seorang Muslim agar memperhatikan sumber penghasilannya, bukan hanya jumlah uang yang berhasil dikumpulkan.

Harta yang banyak tidak selalu membawa ketenangan. Sebaliknya, penghasilan yang sederhana tetapi diperoleh melalui jalan halal dapat menjadi sebab hadirnya keberkahan apabila disertai rasa syukur dan ketaatan kepada Allah.

Bagaimana Jika Terlanjur Memperoleh Harta Haram?

Seseorang yang pernah memperoleh harta haram tidak seharusnya berputus asa dari rahmat Allah. Pintu taubat tetap terbuka bagi siapa pun yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.

Langkah pertama adalah meninggalkan sumber penghasilan yang haram dan menyesali perbuatan tersebut. Setelah itu, ia perlu bertekad untuk tidak mengulanginya serta memperbaiki cara memperoleh rezeki agar sesuai dengan ketentuan Islam.

Jika harta haram berkaitan dengan hak orang lain, seperti hasil pencurian atau penipuan, hak tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya atau diselesaikan dengan cara yang dibenarkan. Taubat tidak cukup hanya dengan memohon ampun, tetapi juga perlu disertai upaya memperbaiki kerugian yang telah ditimbulkan.

Sambil memperbaiki diri, jangan tinggalkan doa. Mintalah ampunan, petunjuk, dan rezeki yang halal kepada Allah. Kesalahan masa lalu seharusnya menjadi alasan untuk semakin mendekat kepada-Nya, bukan membuat seseorang berhenti beribadah.

BACA JUGA: Apakah Benar Sebuah Umpatan Bisa Menjadi Doa?

Berdoa Harus Disertai Ikhtiar yang Halal

Jadi, benar bahwa rezeki haram dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Hal ini ditegaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim yang menjelaskan tentang seseorang dengan makanan, minuman, dan pakaian haram.

Karena itu, jangan hanya memperhatikan seberapa sering kita berdoa, tetapi perhatikan pula bagaimana kita memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Teruslah memohon kepada Allah, sembari memperbaiki usaha dan menjaga kehalalan rezeki. Semoga Allah mengaruniakan penghasilan yang halal, kehidupan yang berkah, serta doa-doa yang dikabulkan sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *