Kenapa ya Emak-emak, kalau Dia Ngomelin Anak, Bebas Aja, eh Giliran Bapak yang Marahin, malah Murka?

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: AI / Islampos Media

PERNAH nggak sih, kita para bapak-bapak, ngerasain momen paling membingungkan sejagat raya? Bayangin: anak ngelakuin kesalahan, misalnya numpahin segelas teh manis ke atas kasur yang baru dicuci. Si emak, tanpa ampun, langsung menegur dengan suara petir: “Gimana sih kamu ini! Udah dibilang hati-hati! Ngepel sana, bersihin cepat!”

Kita pun, sebagai suami shalih, merasa terpanggil untuk ikut menegakkan keadilan. Demi pendidikan anak, supaya dia paham mana salah mana benar. Maka kita menimpali, meski sedikit lebih lembut: “Iya, Nak, lain kali hati-hati, ya… Jangan sembrono begitu.”

Eh, tahu-tahu apa yang terjadi? Si emak langsung membelalak, nadanya naik beberapa oktaf: “Halah, kamu tuh! Anak juga capek, masa dimarahin terus! Kamu tuh nggak ngerti! Biarin aja, namanya juga anak kecil!”

Lah? Tadi siapa yang ngomel duluan? Kenapa giliran bapak yang ngomong, malah langsung kayak mau perang dunia ketiga?

BACA JUGA: 5 Penyebab Suami yang Hobi Nonton Film Haram Tidak Lagi Berhasrat kepada Istri

Kalau mau dinalar, memang kadang hati istri itu misterius. Dalam Islam, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika engkau meluruskannya, maka ia akan patah; tetapi jika engkau membiarkannya, maka ia tetap bengkok.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, jangan heran kalau emak-emak kadang lebih galak dari guruh di langit, tapi kalau bapak ikut marah, mereka langsung pasang tameng anti serangan. Sebenarnya, ini bentuk kasih sayang mereka juga. Emak-emak itu punya lisensi khusus: “boleh ngomelin anaknya sendiri, tapi kalau ada yang lain (termasuk bapaknya) ikut-ikutan, mereka merasa anaknya perlu dibela.”

Ini kayak prinsip: “Anakku boleh aku cecar, tapi kalau orang lain ikut, dia harus kubela.” Aneh? Memang. Tapi di situlah seni rumah tangga.

Kata Imam Syafi’i rahimahullah: “Orang berakal bukanlah yang tahu mana yang benar dan mana yang salah saja, tetapi yang mampu bersikap hikmah dalam setiap keadaan.”

Maka bagi para bapak, kalau melihat anak dimarahin sama ibunya, tahan dulu lidah. Nggak perlu ikut jadi jaksa penuntut umum. Kadang cukup jadi “pengacara” biar suasana seimbang. Atau diam sambil ngelus dada, sambil nginget, “Oh, beginilah uniknya emak-emak.”

BACA JUGA:  Kenapa Istri Suka Sering Ga Peka Kalau Suami Ingin “Bermesraan”? Pura-pura kah, ataukah Apa?

Yang penting, tujuan kita mendidik anak, bukan adu keras suara sama istri. Karena rumah tangga itu bukan panggung drama, tapi ladang pahala. Dan ingat, sabar juga ada pahalanya!

Jadi, kalau emak ngomelin anak, lalu kita ikut ngomel dan malah dimarahin balik, nggak usah heran. Senyum aja, sambil bilang dalam hati, “Emang begitu cara kerja cinta seorang ibu.”

Lucu? Iya. Bikin geleng-geleng kepala? Juga iya. Tapi justru itulah warna-warni rumah tangga yang bikin hidup jadi nggak hambar. Mau marah juga jadi ketawa sendiri! []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *