TERINGAT aku pada firman-Mu yang mulia,
Al-Quran, petunjuk hidup yang penuh berkah dan cahaya.
Namun kenapa aku enggan menyentuhnya,
Padahal di dalamnya ada jalan menuju bahagia?
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata dengan bijak,
“Al-Quran adalah obat bagi jiwa yang resah dan gelisah.”
Tapi kenapa aku selalu merasa malas dan berat,
Untuk membuka lembaran-lembaran yang penuh dengan hikmah itu?
Setiap hari aku mencari kedamaian yang hilang,
Namun sering kali hatiku tetap terasa kosong dan hampa.
Aku tahu, al-Quran adalah penyembuh setiap luka,
Tapi kenapa aku merasa enggan untuk membuka dan membacanya?
Apakah hatiku terlalu keras dan beku?
Sampai tak mampu meresapi ayat-ayat-Mu yang indah.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dengan penuh keikhlasan,
“Hati yang keras adalah hati yang jauh dari Al-Quran.”
Aku sering menunda, dan alasan itu pun datang tanpa henti,
Padahal dengan membaca Al-Quran, hatiku akan kembali berseri.
BACA JUGA: 13 Ayat Alquran Tentang Sabar, Penting Diketahui Muslim
Bukan hanya ilmu yang aku cari,
Namun kedamaian jiwa yang semakin hilang di dunia ini.
Mengapa aku membiarkan diri terbuai dunia fana,
Ketimbang mendekatkan diri pada-Nya yang Maha Mulia?
Kadang aku takut pada ayat yang menegur dan mengingatkan,
Takut pada amalan yang kurang sempurna dan banyak kekurangan.
Namun bukankah Allah Maha Pengampun dan Penyayang?
Seperti kata Imam Ibn Taymiyyah rahimahullah,
“Al-Quran adalah penyembuh, bukan hanya bagi tubuh, tetapi bagi jiwa yang terluka.”
Dan aku tahu, aku tak akan pernah ditemukan dalam kegelapan,
Selama aku berpegang pada cahaya-Nya yang abadi.
Maka kuperbaiki diri, ku buka kitab-Nya kembali,
Dengan penuh harapan agar hati ini kembali bersih dan suci.
Setiap ayat yang aku baca, membawa ketenangan yang hakiki,
Karena di dalam Al-Quran, segala jawaban dan petunjuk hidup ini.
Kenapa aku enggan baca Al-Quran selama ini?
Karena aku terlena oleh dunia yang sementara, penuh ilusi.
Namun kini aku sadar, kebahagiaan sejati ada dalam mendekat kepada-Nya,
Melalui Al-Quran, yang menjadi petunjuk hidup untuk setiap langkah kita.
BACA JUGA: Mengapa Isi Alquran Tidak Diurutkan Sesuai Waktu Turunnya Wahyu?
Setiap kata-Mu adalah rahmat dan petunjuk yang nyata,
Maka tak ada alasan lagi untuk menjauh dari-Nya.
Aku berserah, dan mulai menata hati ini,
Untuk terus membaca Al-Quran, hingga menjadi bagian dari hidupku yang abadi.
Penutup
Setiap kali kita merasa enggan atau malas membaca Al-Quran, marilah kita mengingat kembali kata-kata para ulama salaf yang bijak. Al-Quran bukan hanya kitab suci, tetapi juga penyejuk hati, penyembuh jiwa, dan petunjuk hidup yang abadi.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya melalui ayat-ayat-Nya yang mulia. []
___________
Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.
___________
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

