Orang Lain Sudah Sampai Mana, Aku Masih Bingung Tujuan Mau ke Mana

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

DALAM hidup, tak jarang kita merasa seakan-akan sedang berjalan di tengah keramaian yang semuanya tahu arah tujuannya—kecuali kita sendiri. Teman-teman sudah menikah, punya rumah, kerja mapan, atau rutin ikut pelatihan ini-itu, sementara kita masih memikirkan esok mau mulai dari mana. Rasanya seperti sedang berdiri di terminal, lihat semua orang naik bus masing-masing, sementara kita masih sibuk baca papan rute: “Mau ke mana, ya?”

Fenomena ini bukan hal baru. Banyak orang mengalaminya, terutama di usia 20-an ke atas, masa ketika kehidupan mulai terasa nyata dan pertanyaan-pertanyaan eksistensial datang bertubi-tubi: “Aku ini mau jadi apa sih?”, “Hidupku tujuannya apa?”, “Kenapa mereka kelihatan punya semuanya, sementara aku bahkan belum selesai berdamai dengan diriku sendiri?”

Sosial Media: Etalase Ilusi yang Menyesatkan

Perasaan tertinggal sering kali makin menjadi-jadi karena kita terlalu sering menatap layar, bukan diri sendiri. Media sosial adalah panggung yang sempurna untuk memperlihatkan versi paling bersinar dari hidup seseorang. Kita melihat pencapaian orang lain: kelulusan, lamaran, pekerjaan impian, bisnis sukses, traveling ke luar negeri, bahkan posting “daily gratitude” yang estetik. Lalu diam-diam, kita mulai bertanya: “Kenapa aku tidak seproduktif itu? Kenapa hidupku nggak semulus mereka?”

BACA JUGA: Ciri Orang yang Suka Berbohong

Padahal, tidak semua yang terlihat cemerlang benar-benar bersinar. Tidak semua yang tampak mapan benar-benar stabil. Dan tidak semua yang berjalan cepat benar-benar tahu arahnya.

Peta Kehidupan Itu Nggak Sama

Satu hal penting yang perlu disadari: tidak semua orang punya peta hidup yang sama. Ada yang menemukan passion sejak SMA, ada juga yang baru sadar minatnya setelah usia 30. Ada yang langsung dapat pekerjaan setelah wisuda, ada juga yang sempat menganggur bertahun-tahun sebelum akhirnya menemukan jalannya. Kita tidak sedang ikut lomba, jadi kenapa merasa gagal hanya karena belum sampai ke tempat yang sama dengan orang lain?

Kadang kita lupa bahwa proses pun adalah bagian dari takdir. Ada orang yang memang ditakdirkan untuk sampai lebih dulu, agar bisa menjadi inspirasi. Ada juga yang ditakdirkan untuk terlambat sedikit, agar bisa lebih bijak dalam perjalanan.

Bingung Bukan Tanda Gagal

Merasa bingung bukan berarti kita gagal. Itu justru tanda bahwa kita sedang sadar. Banyak orang menjalani hidup dengan autopilot: kerja, tidur, repeat—tanpa tahu kenapa. Sementara kamu yang bingung, justru sedang mencoba memahami: “Hidup ini tentang apa sih sebenarnya?”

Kebingungan adalah ruang kosong yang bisa kamu isi dengan arah yang lebih bermakna. Tapi ingat, jangan biarkan ruang itu jadi terlalu lama kosong, karena lama-lama bisa terisi oleh keraguan, overthinking, dan perasaan nggak berguna.

Jadi, tak masalah kalau hari ini kamu belum tahu arah. Tapi pastikan kamu tetap berjalan, meski pelan. Baca buku, ngobrol sama orang yang inspiratif, tulis pikiranmu di jurnal, ambil pekerjaan kecil, cari tahu apa yang kamu sukai. Dari situ, pelan-pelan kabutnya akan memudar.

Hidup Bukan Sekadar Urusan Dunia

Islam mengajarkan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Firman-Nya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”* (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Artinya, selama kita terus bergerak untuk menjadi hamba yang lebih baik—meski belum punya pekerjaan tetap, belum nikah, belum punya rumah impian—kita tetap berada di jalan yang benar. Pencapaian di dunia bukanlah tolok ukur sukses sejati.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengatakan: “Hidup di dunia adalah ujian, bukan tujuan. Maka, jangan kecewa jika belum mendapat semua yang kamu mau, karena mungkin Allah sedang mengajarkanmu cara bersyukur.”

BACA JUGA: 8 Ciri Orang Suka Berbohong dari Fisiknya

Selain itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk tidak membandingkan diri dengan orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia, namun melihat mereka yang berada di bawah agar kita lebih bersyukur.

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR. Muslim)

Jalanmu Mungkin Berbeda, Tapi Tetap Berharga

Tak apa jika hari ini kamu belum tahu pasti ke mana arahmu. Asal kamu terus berusaha mengenal dirimu, mendekat kepada Allah, dan menebar manfaat, kamu sedang menuju ke arah yang benar. Kadang kita terlalu sibuk iri pada peta orang lain, sampai lupa mensyukuri kaki kita sendiri.

Dan ingat, bukan seberapa cepat kamu sampai, tapi seberapa tulus kamu melangkah. []

___________

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.

___________

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *