7 Pengikut Dajjal

8 Min Read
Foto: Freepik

FITNAH terbesar dalam sejarah umat manusia akan terjadi menjelang hari kiamat, yaitu fitnah Dajjal. Rasulullah ﷺ tidak henti-hentinya memperingatkan umatnya tentang bahaya makhluk ini. Bahkan dalam setiap khutbah, beliau tidak jarang menyebutkan tentang Dajjal, menggambarkan kedahsyatan fitnahnya, dan menyerukan kewaspadaan tinggi agar tidak menjadi bagian dari pengikutnya.

Dalam hadits shahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada satu pun makhluk sejak penciptaan Adam sampai datangnya hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.” (HR. Muslim, no. 2933)

Maka menjadi hal yang sangat penting bagi seorang Muslim untuk mengenali ciri-ciri, sifat, serta siapa saja pengikut Dajjal di akhir zaman. Karena dengan mengenal mereka, kita akan mampu memproteksi diri agar tidak termasuk dalam barisan yang celaka tersebut.

1. Orang-Orang Yahudi: Sekutu Awal Dajjal

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi dari Ashbahan, mereka memakai baju panjang yang bersulam.” (HR. Muslim, no. 2944)

Ini menunjukkan bahwa salah satu kelompok terbesar pendukung Dajjal berasal dari kalangan Yahudi. Meskipun jumlah 70.000 itu bukanlah batasan pasti, namun menunjukkan banyaknya jumlah dan keterikatan kuat antara Dajjal dan kaum Yahudi.

Sejarah mencatat bahwa Yahudi adalah kaum yang kerap menentang kebenaran dan menyebarkan kerusakan di bumi. Allah berfirman:

“Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha membuat kerusakan di muka bumi, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al-Ma’idah: 64)

Maka, tidak mengherankan jika mereka menjadi pengikut setia Dajjal, yang memang membawa puncak kerusakan di muka bumi.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

2. Kaum Khawarij dan Kelompok Menyimpang

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah menembus sasarannya… Setiap kali muncul satu generasi dari mereka, maka mereka akan dipotong hingga yang terakhir dari mereka akan keluar bersama Dajjal.” (HR. Ibnu Majah, no. 174)

Khawarij adalah kelompok yang secara lahiriah tampak religius, rajin beribadah, namun rusak pemahamannya. Mereka mudah mengkafirkan kaum Muslimin dan membunuh orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Karakteristik seperti ini sangat dekat dengan pengikut Dajjal, yang bersikap ekstrem dan radikal tanpa dasar ilmu yang benar.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya fitnah Khawarij tidaklah padam kecuali akan menyala kembali, dan fitnah terbesar yang terakhir adalah Dajjal. Maka Khawarij adalah pembuka dan Dajjal adalah penutup.”

3. Pelaku Bid’ah dan Kesesatan

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Majusi umatku adalah orang-orang yang tidak beriman kepada takdir. Jika kamu menjumpai mereka, maka jangan beri salam kepada mereka, jangan kunjungi mereka saat sakit, dan jangan shalatkan jenazah mereka. Mereka adalah pengikut Dajjal.” (HR. Abu Dawud, no. 4691)

Pelaku bid’ah adalah mereka yang membuat ajaran baru dalam agama, baik dalam aqidah maupun ibadah, tanpa dalil dari Rasulullah ﷺ. Mereka merusak kemurnian agama Islam dan membuka pintu-pintu fitnah. Orang yang mudah menyimpang dari sunnah Rasulullah ﷺ akan mudah pula mengikuti Dajjal.

Imam Al-Auza’i berkata: “Bersabarlah di atas sunnah. Jangan berpaling dari jalan orang-orang sebelum kamu. Karena sungguh mereka lebih tahu daripada kamu.”

4. Para Wanita yang Terfitnah

Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal keluar, lalu seseorang dari kaum Muslimin pulang ke rumahnya dan mengikat istri, ibu, serta saudari-saudari wanitanya karena khawatir mereka keluar dan terfitnah oleh Dajjal.” (HR. Ahmad, no. 23237)

Wanita, karena fitrahnya yang lebih lemah dalam aspek pertahanan akal terhadap tipu daya syahwat, lebih mudah terpedaya oleh kemilau dunia yang dibawa Dajjal. Bukan berarti wanita tercela, tetapi mereka perlu perlindungan dan pendidikan iman yang kuat sejak dini agar mampu membentengi diri dari fitnah yang menggoda.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Kebanyakan wanita masuk neraka karena mengikuti hawa nafsu dan mengikuti kebatilan, bukan karena kurang amal.”

5. Setan dan Pasukannya

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya di laut terdapat syaitan-syaitan yang telah dipenjara oleh Nabi Sulaiman. Kelak mereka akan keluar dan membaca sesuatu kepada manusia.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setan-setan tersebut akan berjalan di depan Dajjal, menyebarkan propaganda dan tipuan di setiap negeri yang dilewati Dajjal.

Dajjal adalah representasi utama dari kebatilan, dan setan adalah aparatnya. Maka sangat jelas bahwa setan dan para pengikutnya akan bahu-membahu memperkuat posisi Dajjal dalam menyesatkan manusia.

6. Tukang Sihir dan Para Dukun

Menurut analisis Dr. Muhammad al-Mubayyadh, tukang sihir akan menjadi salah satu pengikut Dajjal karena memiliki kesamaan: keduanya menggunakan tipu daya dan ilusi untuk membodohi manusia.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengecam sihir sebagai bentuk kekafiran: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman… padahal Sulaiman tidak kafir, tetapi syaitan-syaitan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir…” (QS. Al-Baqarah: 102)

Tukang sihir akan menjadi alat yang efektif bagi Dajjal untuk memperluas pengaruhnya, menciptakan ilusi, keajaiban palsu, dan menarik perhatian orang-orang lemah iman.

7. Pengikut Hawa Nafsu

Golongan ini mungkin tampak paling umum: mereka adalah orang-orang yang sebenarnya tahu Dajjal adalah pendusta, namun mereka tetap mengikutinya karena tidak tahan dengan tekanan hidup dan tergoda oleh janji-janji duniawi yang ditawarkan Dajjal.

“Ketika Dajjal muncul, ada orang-orang yang tahu bahwa dia adalah Dajjal, namun mereka tetap mengikutinya hanya karena ingin makan dan mendapatkan kebutuhan lainnya.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah)

Mereka inilah yang dikendalikan oleh syahwat dan hawa nafsu. Tanpa kekuatan iman, mereka akan rela menjual agama demi secuil kenikmatan dunia.

Ibnu Qayyim berkata: “Hawa nafsu adalah tawanan yang paling berat, yang membuat pemiliknya tidak bisa melihat kebenaran meski di hadapannya.”

BACA JUGA: Apa Kesamaan Kejadian di Film Lord of The Rings dengan Peristiwa Akhir Zaman dalam Islam?

Penutup: Siapkan Diri dari Sekarang

Dari uraian di atas, kita mendapati bahwa pengikut Dajjal bukan hanya dari kalangan yang kafir, namun juga dari kalangan yang secara lahiriah mengaku Islam, namun rusak aqidah, amalan, dan pemahamannya.

Kita harus memohon kepada Allah perlindungan dari fitnah Dajjal. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita doa khusus dalam setiap akhir tahiyyat dalam shalat: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah al-Masih ad-Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bangun iman dari sekarang. Kokohkan aqidah. Ikuti sunnah. Jauhkan diri dari bid’ah, hawa nafsu, dan kebodohan. Ajarkan keluarga untuk mencintai ilmu dan bertakwa. Karena fitnah Dajjal bukan sekadar khayalan, tapi nyata dan sangat dekat. []

Referensi:
Shahih Muslim, no. 2933, 2944
Sunan Ibnu Majah, no. 174
Sunan Abu Dawud, no. 4691
Musnad Ahmad, no. 23237
Al-Qur’an, QS. Al-Ma’idah: 64, QS. Al-Baqarah: 102
Al-Mausū’ah fī al-Fitan wa al-Malāhim wa Asyrāti as-Sā’ah, Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh, 2006
Al-Hilyah, Abu Nu’aim
Ighatsah al-Lahafan, Ibnul Qayyim
Siyar A’lam An-Nubala’, Imam Adz-Dzahabi

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *