Apa Itu Pre-Diabetes dan Apa Dampak Buruknya?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

PRE-DIABETES adalah kondisi di mana kadar gula darah seseorang lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk digolongkan sebagai diabetes tipe 2. Kondisi ini sering disebut sebagai “fase peringatan” atau “lampu kuning” yang memberi sinyal bahwa tubuh mulai kesulitan mengatur kadar gula darah.

Biasanya, pre-diabetes ditandai dengan kadar gula darah puasa antara 100–125 mg/dL atau kadar gula darah 2 jam setelah makan antara 140–199 mg/dL. Meskipun belum termasuk diabetes, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh, karena jika dibiarkan, risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 sangat besar.

Penyebab Pre-Diabetes

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya pre-diabetes, antara lain:

Pola makan tidak sehat – konsumsi gula berlebih, minuman manis, dan makanan cepat saji.

Kurang aktivitas fisik – jarang bergerak membuat tubuh sulit memproses gula darah dengan baik.

Kelebihan berat badan – lemak berlebih, terutama di sekitar perut, mengganggu kerja insulin.

Faktor keturunan – memiliki riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko.

Usia – risiko meningkat setelah usia 40 tahun, meskipun anak muda pun kini banyak yang mengalaminya.

BACA JUGA: Gejala Diabetes yang Tampak di Wajah, Apa Saja?

Dampak Buruk Pre-Diabetes

Walaupun belum termasuk diabetes, pre-diabetes sudah bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya:

1. Kerusakan Pembuluh Darah dan Jantung

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan tekanan darah tinggi.

2. Resistensi Insulin

Pre-diabetes biasanya disertai resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, gula tetap berada di darah dan lama-kelamaan merusak organ tubuh.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

3. Kerusakan Saraf dan Mata

Gula darah yang tidak terkontrol bisa mulai memengaruhi saraf (neuropati) dan mata (retinopati) meskipun belum masuk tahap diabetes penuh.

4. Risiko Diabetes Tipe 2

Ini adalah risiko terbesar. Menurut penelitian, sekitar 70% orang dengan pre-diabetes akan berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika tidak melakukan perubahan gaya hidup.

5. Gangguan Kesehatan Lain

Pre-diabetes juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, perlemakan hati (fatty liver), dan sindrom metabolik.

BACA JUGA: Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang Diabetes

Cara Mencegah dan Mengatasi Pre-Diabetes

Kabar baiknya, pre-diabetes masih bisa dibalik (reversible) jika ditangani dengan serius. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

Mengurangi konsumsi gula, karbohidrat olahan, dan makanan cepat saji.

Menambah konsumsi sayuran, buah rendah gula, dan sumber protein sehat.

Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Menjaga berat badan ideal.

Rutin memeriksa kadar gula darah, terutama jika memiliki riwayat keluarga diabetes.

Pre-diabetes adalah tanda peringatan penting dari tubuh bahwa pengaturan gula darah mulai bermasalah. Jika diabaikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang sifatnya seumur hidup dan berisiko memicu banyak komplikasi berbahaya. Perubahan gaya hidup sehat sejak dini adalah kunci untuk mencegah dampak buruknya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *