Seandainya Engkau Segerakan Bayar Utangmu

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

SEANDAINYA engkau segerakan bayar utangmu, maka wajahmu tak lagi sembunyi di balik pintu,
Tak perlu pura-pura batuk ketika ada tamu datang menyapa,
Tak usah mendadak sibuk mengaduk kopi yang tak ada gulanya,
Dan tak lagi berdalih, “Maaf, kucing saya baru saja lari ke pasar!”

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka sahabatmu akan tersenyum lagi,
Tak perlu menyalakan mode pesawat saat melihat namanya muncul,
Tak usah lagi berdalih “signal hilang padahal tinggal di kota”,
Dan dompetmu terasa lebih ringan, tapi hatimu jauh lebih lega.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka engkau tak akan jadi bahan obrolan tetangga,
Mereka tak lagi berbisik-bisik sambil tersenyum kecut,
Tak ada lagi status Facebook dengan sindiran halus,
Dan hidupmu bebas dari drama seperti sinetron malam Jumat.

BACA JUGA:  Kenapa Selalu Miskin? Bisa Jadi Karena Hutang yang Tak Dibayar?

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka malam tidurmu akan nyenyak,
Tak perlu was-was mendengar suara motor berhenti di depan rumah,
Tak usah sembunyi di balik gorden pura-pura tak ada,
Dan mimpi pun tak lagi dihantui wajah penagih tersenyum misterius.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka kawanmu tak akan berkata pedas,
“Wah, kalau urusan jajan kopi semangat, tapi kalau bayar utang pura-pura pingsan!”,
Engkau pun tak perlu menyusun naskah drama alasan,
Yang setiap kali dipakai, lama-lama basi dan berjamur.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka engkau termasuk orang mulia,
Sebab kata Abdullah bin Mubarak: “Menunda membayar hutang padahal mampu, adalah kezhaliman.”
Maka jangan kau main petak umpet dengan amanah itu,
Karena hutang bukanlah permen karet yang bisa dikunyah seenaknya.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka ibadahmu pun lebih berkah,
Doa tak lagi tertahan karena janji yang kau abaikan,
Kata Hasan al-Bashri: “Utang itu kehinaan di siang hari, kegelisahan di malam hari.”
Maka siapa yang ingin hidup damai, lunasilah tanpa drama.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka engkau tak perlu jadi aktor kelas dunia,
Berakting sedang keluar rumah padahal bersembunyi di dapur,
Membuat ekspresi bingung padahal sudah jelas tahu,
Dan berpura-pura salah sambung saat ditelepon berkali-kali.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka rezekimu akan lebih lapang,
Karena janji Allah itu nyata bagi yang jujur,
Tak ada lagi pintu tertutup karena janji palsu,
Dan engkau akan dihormati meski kantongmu sederhana.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka engkau bebas berjalan di pasar,
Tak takut ketemu teman lama yang sudah menanti,
Tak harus putar balik pura-pura lihat sandal di toko,
Dan wajahmu tak lagi merah seperti tomat rebus.

BACA JUGA:  Kenapa Orang yang Pinjam Uang Suka Lupa sama Utangnya?

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka kau pun jadi teladan,
Orang berkata, “Itulah dia yang amanah, bukan hanya pandai bicara”,
Engkau pun dikenang sebagai sahabat yang tak menyulitkan,
Bukan kawan licin yang selalu menghindar.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka syaitan pun kecewa,
Karena ia suka sekali manusia menunda-nunda,
Sedang engkau memilih jujur meski berat di awal,
Lalu Allah pun lapangkan dadamu dengan ridha.

Seandainya engkau segerakan bayar utangmu, maka hidupmu jauh lebih ringan,
Tak ada lagi beban yang membuat langkahmu tertahan,
Dan engkau pun belajar bahwa janji itu amanah,
Sebab kata Umar bin Khattab: “Jangan sekali-kali berutang, karena utang itu awalnya kebutuhan, akhirnya kehinaan.” []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *