IMAM Syafi’i rahimahullah, seorang ulama besar yang keilmuannya diakui lintas zaman, bukan hanya meninggalkan warisan ilmu fiqh, tetapi juga nasihat-nasihat hikmah yang dalam maknanya. Ucapannya tidak hanya indah untuk didengar, tetapi juga mampu menenangkan hati dan menguatkan jiwa. Tiga di antara nasihat emas beliau sangat relevan untuk kita renungkan dalam menghadapi kehidupan yang penuh ujian ini.
1. Jangan Cemaskan Esok Hari, Karena Esok Adalah Rezeki yang Baru
Kecemasan tentang masa depan sering membuat hati manusia resah. Padahal, setiap hari memiliki rezekinya masing-masing yang telah Allah tetapkan. Imam Syafi’i mengingatkan kita agar tidak tenggelam dalam kegelisahan terhadap esok hari. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu.” (QS. Al-Isra: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa rezeki adalah jaminan dari Allah, bukan hasil dari kegelisahan kita. Maka tugas kita hanyalah berusaha dengan cara yang halal, berdoa, dan bertawakal. Adapun apa yang akan terjadi esok, biarlah Allah yang mengaturnya.
BACA JUGA: Imam Syafi‘i: Mesir, Wasiat, dan Surat Ali ‘Imran
2. Sebesar Apapun Kita Tergantung Pada Makhluk, Sebesar Itu Pula Siap Dikecewakan
Ketergantungan kepada makhluk adalah sumber luka hati. Semakin kita berharap pada manusia, semakin besar pula peluang kita untuk kecewa. Imam Syafi’i mengingatkan agar hati kita tidak bergantung pada selain Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa bergantung pada sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu itu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)
Makna hadis ini menegaskan bahwa harapan sejati hanya pantas diarahkan kepada Allah. Manusia memiliki kelemahan, keterbatasan, bahkan bisa berbalik arah dalam sekejap. Maka jangan gantungkan kebahagiaan kita pada manusia, karena hanya Allah yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.
3. Dua Tangan yang Menegadah di Malam Hari Karena Allah, Tidak Akan Kembali Dengan Tangan Kosong
Doa di waktu malam adalah senjata seorang mukmin. Imam Syafi’i menegaskan bahwa siapa yang mengangkat kedua tangannya di malam hari untuk berdoa, ia tidak akan kembali dengan sia-sia. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Bait-bait Syair Imam Syaf’i
Betapa mulianya kesempatan di malam hari. Dalam keheningan, ketika banyak manusia terlelap, doa yang dipanjatkan akan lebih dekat untuk diijabah. Karena itu, jangan biarkan malam kita hanya terlewat dalam tidur, sementara pintu doa terbuka lebar untuk dikabulkan.
Penutup
Tiga nasihat emas Imam Syafi’i ini sesungguhnya obat bagi hati yang gelisah: jangan risaukan hari esok, jangan gantungkan hati pada makhluk, dan jangan abaikan doa di malam hari. Jika kita renungkan, semuanya berpusat pada satu hal: menguatkan hubungan kita dengan Allah.
Maka, marilah kita jadikan nasihat beliau sebagai pegangan. Hiduplah dengan tawakal, jangan terlalu berharap pada manusia, dan kuatkan doa di sepertiga malam terakhir. Insya Allah, dengan itu hati kita akan lebih tenang, langkah kita lebih mantap, dan hidup kita lebih bermakna. []
___________
Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.
___________
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
