Pertempuran dengan Syetan di saat Bayi Dilahirkan: Azan dan Doa Ibunda Maryam

3 Min Read
Foto: Freepik

Seri Pendidikan Anak

SETIAP kelahiran adalah awal sebuah kisah. Tangisan pertama bayi bukan sekadar suara nyaring yang memecah keheningan ruang bersalin, melainkan tanda hadirnya jiwa baru di dunia ini. Para dokter akan berkata: tangisan itu penting, sebab dengan tangisanlah paru-paru bayi terbuka, udara masuk pertama kali, dan kehidupan bermula. Namun, Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita bahwa di balik tangisan itu ada kisah lain—kisah spiritual yang tidak kalah nyata.

Beliau bersabda: “Tidak ada seorang anak pun dari keturunan Adam yang dilahirkan, melainkan disentuh oleh setan ketika ia lahir, maka ia menangis karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Isa ‘alaihissalam).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa sejak detik pertama kelahiran, manusia sudah berhadapan dengan musuhnya: setan. Tangisan bayi adalah tanda pertemuan pertama dengan godaan itu. Tangisan yang terdengar begitu sederhana ternyata menyimpan makna: sebuah pertempuran awal antara cahaya kehidupan dan bayang-bayang gangguan.

Lalu, apa yang diperintahkan Nabi ﷺ? Mengumandangkan azan di telinga bayi. Abu Rafi’ meriwayatkan: “Aku melihat Rasulullah ﷺ mengumandangkan azan di telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi – hasan)

Azan bukan sekadar panggilan shalat. Ia adalah dentuman kalimat tauhid, senjata ruhani yang membuat setan lari terbirit-birit. Nabi ﷺ bersabda: “Apabila diserukan azan, maka setan lari sambil kentut agar tidak mendengarnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, ketika bayi menangis karena disentuh setan, azan menjadi benteng pertamanya. Seakan-akan syariat mengajarkan: sebelum ia mengenal dunia, sebelum ia mengenal suara ibunya, biarlah ia terlebih dahulu mendengar seruan Allah—Allahu Akbar, Allah Maha Besar.

Di sinilah doa yang pernah diucapkan ibu Maryam menjadi cahaya tambahan, seperti yang sarankan oleh Abu Hurairah. Allah mengabadikan ucapannya dalam QS. Ali ‘Imran ayat 36: “Ya Tuhanku, aku mohon perlindungan kepada-Mu untuknya (Maryam) dan anak keturunannya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

Doa seorang ibu yang tulus melahirkan keturunan suci. Maryam dan Isa ‘alaihissalam tidak disentuh setan ketika lahir, sebagaimana ditegaskan Rasulullah ﷺ. Mereka lahir dalam perlindungan doa yang dipanjatkan jauh sebelum kelahiran itu tiba.

Maka, ketika seorang bayi lahir hari ini, tangisan pertamanya dapat dipandang dengan dua mata:

Mata medis, yang melihatnya sebagai tanda sehatnya paru-paru.

BACA JUGA:  Surat Maryam: Kurikulum Pendidikan bagi Ayah-Ibu di Masa Kehamilan

Mata ruhani, yang melihatnya sebagai tanda setan mencoba menyentuhnya.

Dan di situlah seorang ayah bergegas mengumandangkan azan di telinga, seorang ibu melafalkan doa perlindungan, agar bayi mungil itu tidak hanya disambut oleh dunia, tetapi juga oleh langit.

Tangisan pertama itu adalah pengingat: hidup di dunia adalah medan pertempuran. Sejak lahir manusia tidak pernah bebas dari bisikan setan. Namun, Allah telah memberi senjata: doa seorang ibu, azan seorang ayah, dan dzikir yang menenangkan hati.

Maka, ketika kita mendengar tangisan bayi, jangan hanya mendengar suara yang nyaring. Dengarlah bisikan pelajaran di baliknya: pertempuran sudah dimulai, dan Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *