Mengapa Islam Melarang Makan dan Minum Menggunakan Tangan Kiri?

Umar Faqih
4 Min Read

ISLAM adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk adab makan dan minum. Salah satu ajaran Rasulullah ﷺ yang sangat dikenal adalah larangan makan dan minum dengan tangan kiri. Beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Larangan ini bukan sekadar persoalan adab, tetapi memiliki hikmah mendalam yang mencakup aspek akidah, moral, hingga kesehatan tubuh.

BACA JUGA: Kenapa Tidak Boleh Lewat di Depan Orang yang Sedang Shalat?

1. Aspek Akidah dan Ibadah

Menggunakan tangan kanan dalam makan dan minum adalah bentuk ketaatan kepada perintah Rasulullah ﷺ. Seorang muslim berusaha meneladani sunnah beliau, karena setiap adab yang diajarkan memiliki nilai ibadah. Sementara itu, makan dan minum dengan tangan kiri diserupakan dengan perbuatan setan. Dengan menjauhi kebiasaan itu, seorang muslim menegaskan identitas dan kesetiaan imannya kepada Allah.

2. Aspek Kebersihan dan Etika

Sejak dahulu, tangan kiri diidentikkan dengan aktivitas membersihkan kotoran atau najis. Karena itu, Islam mengajarkan agar tangan kanan dipakai untuk aktivitas yang mulia seperti makan, minum, berjabat tangan, atau memberikan sesuatu. Hal ini menjaga kebersihan, sekaligus mendidik umat agar hidup beradab dan menghormati orang lain.

3. Aspek Kesehatan

Dari sisi kesehatan, terdapat beberapa hikmah yang bisa dipetik:

– Mengurangi penyebaran bakteri:

Tangan kiri umumnya digunakan untuk aktivitas membersihkan tubuh. Jika digunakan untuk makan, maka potensi perpindahan kuman dan bakteri ke mulut akan lebih besar.

– Keseimbangan motorik:

Sebagian besar orang lebih terampil menggunakan tangan kanan. Dengan demikian, penggunaan tangan kanan saat makan membuat proses mengambil makanan lebih aman, rapi, dan tidak mudah tercecer.

– Psikologi makan sehat:

Mengikuti adab makan dengan tangan kanan menciptakan kesadaran dan kehati-hatian, sehingga seseorang lebih tenang dan tidak terburu-buru dalam makan. Hal ini berdampak baik terhadap sistem pencernaan.

4. Hikmah Sosial

Makan dengan tangan kanan juga memperkuat budaya saling menghormati. Dalam pergaulan, memberikan sesuatu dengan tangan kanan dianggap sopan, sementara dengan tangan kiri sering dinilai tidak pantas. Islam menjaga etika ini agar umatnya selalu berinteraksi dengan baik dan beradab.

BACA JUGA: Kenapa Tidak Boleh Makan dan Minum sambil Berdiri?

5. Pendidikan Karakter

Melatih anak sejak kecil untuk makan dan minum dengan tangan kanan bukan hanya soal adab, tetapi juga membentuk karakter disiplin, taat pada sunnah, dan terbiasa menjaga kebersihan. Kebiasaan sederhana ini menjadi bekal dalam membangun pribadi muslim yang berakhlak mulia.

Penutup

Larangan Islam terhadap makan dan minum dengan tangan kiri bukanlah tanpa alasan. Di baliknya terdapat hikmah besar yang mencakup aspek iman, etika, kesehatan, hingga sosial. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, seorang muslim tidak hanya mendapat manfaat duniawi berupa kesehatan dan kebersihan, tetapi juga pahala di sisi Allah.

Oleh karena itu, mari kita biasakan makan dan minum dengan tangan kanan, sebagai bentuk ketaatan, kebersihan, dan kehormatan diri sebagai seorang muslim. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *