PERNAH nggak, waktu nongkrong atau kumpul keluarga, ada yang nyeletuk begini: “Eh inget nggak si Fulan dulu, dia kan orangnya begini… begini…” lalu cerita mengalir ke hal-hal buruk yang sebenarnya nggak pantas diungkit lagi? Padahal orang yang diceritain sudah lama meninggal. Nah, obrolan kayak gini kelihatannya sepele, tapi dalam pandangan Islam bisa jadi bahaya besar.
Orang Mati Sudah Tidak Bisa Membela Diri
Bayangin kalau kita masih hidup, terus ada orang ngomongin aib kita. Kita bisa klarifikasi, kita bisa jelasin, atau minimal marah. Tapi orang yang sudah meninggal? Mereka nggak punya kesempatan buat bela diri. Justru karena itu, Islam sangat tegas melarang kita membuka aib mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mencela orang-orang yang sudah meninggal, karena mereka telah mendapatkan apa yang mereka lakukan.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Kenapa Orang Meninggal Harus Didoakan Supaya Tenang?
Hadits ini jelas banget: tugas kita bukan nyinyir soal masa lalu mereka, tapi mendoakan agar Allah ampuni dosa-dosanya.
Mengungkit Aib = Ghibah Tingkat Lanjut
Kalau orang yang masih hidup aja nggak boleh kita ghibahin, apalagi yang sudah meninggal. Imam Nawawi, seorang ulama besar, menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa “Menyebutkan keburukan orang yang sudah wafat tetap termasuk ghibah, dan hukumnya haram, sama seperti ghibah terhadap orang yang masih hidup.”
Al-Qur’an sendiri sudah kasih warning keras tentang ghibah: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. (QS. Al-Hujurat: 12)
Coba bayangin ilustrasinya: ghibah itu kayak makan bangkai saudara sendiri. Jijik banget, kan? Nah, kalau orangnya udah meninggal, ilustrasinya makin terasa: dia udah jadi “bangkai”, nggak bisa nolak, dan kita malah asik “memakannya.”
Bahaya Dunia & Akhirat
Mengungkit aib orang yang sudah meninggal bukan cuma bikin dosa pribadi, tapi juga bisa merusak silaturahmi. Misalnya ada orang nyebarin aib almarhum, lalu keluarganya sakit hati. Akhirnya muncul kebencian, dendam, bahkan permusuhan.
Dari sisi akhirat, Imam Ibn Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa “Mengungkit aib orang mati sama saja menambah beban dosa sendiri, sedangkan si mayit sudah sibuk dengan urusannya di alam kubur.” Artinya, yang rugi bukan dia, tapi kita.
Fokus ke Doa, Bukan Aib
Rasulullah ﷺ justru ngajarin kita buat memperbanyak doa dan istighfar buat orang yang meninggal. Dalam hadits riwayat Muslim, beliau bersabda: “Mintakanlah ampunan untuk saudara-saudaramu (yang meninggal) dan mohonlah agar ia tetap teguh, karena sekarang ia sedang ditanya.”
Lihat bedanya? Sementara mereka butuh doa, kita malah sibuk ngebongkar masa lalunya.
Imam Ghazali juga pernah bilang dalam Ihya Ulumuddin: “Orang yang cerdas adalah yang menjadikan lisannya sebagai jalan pahala, bukan sebagai sarana menambah dosa dengan menyebarkan aib orang yang sudah tiada.”
Gimana Kalau Ada Aib yang Beneran Besar?
Ada orang nanya: “Tapi gimana kalau memang orang itu semasa hidupnya banyak keburukan? Boleh nggak kita ceritain buat pelajaran?”
Jawabannya: boleh, tapi ada syarat. Imam Nawawi bilang, kalau menyebut keburukan orang mati dengan niat memberi peringatan agar orang lain tidak meniru, itu diperbolehkan. Tapi tetap harus bijak, jangan sambil menghina atau membuka aib detail yang bisa menjatuhkan martabat keluarga yang ditinggalkan.
Misalnya: “Kita belajar dari Fulan, semasa hidup dia suka mabuk, dan itu membuat keluarganya susah. Maka kita jangan sampai terjebak pada hal yang sama.” Itu edukasi. Tapi kalau ngomong: “Ih Fulan dulu pemabuk banget, bikin malu kampung.”— nah, itu udah jatuh ke ghibah.
BACA JUGA: Waspada, Ini 9 Nama Setan dan Tugasnya
Hati-Hati Sama Lidah
Singkatnya, Islam ngajarin kita buat berhati-hati dengan lisan. Orang yang sudah wafat punya hak untuk dihormati, sama kayak waktu mereka hidup. Rasulullah ﷺ bersabda: “Memecahkan tulang seorang mayit sama seperti memecahkan tulangnya ketika hidup.” (HR. Abu Dawud)
Kalau tubuh mayit aja harus dijaga kehormatannya, apalagi nama baiknya.
Jadi, kalau ketemu obrolan soal orang yang sudah meninggal, coba arahkan ke hal baik: ceritain kebaikannya, kenang jasa-jasanya, dan jangan lupa doakan. Itu jauh lebih bermanfaat buat dia, dan buat kita juga. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
