Kenapa Ibu Rumah Tangga aka Emak-emak Selalu Harus Perlu Bahagia?

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

KALAU ada makhluk paling multitalenta di muka bumi ini, jawabannya bukan Iron Man, bukan pula Doraemon dengan kantong ajaibnya. Jawabannya: ibu rumah tangga alias emak-emak.

Bayangkan, dari pagi sampai malam, emak-emak menjalani “shift kerja” yang tak ada ujungnya. Subuh-subuh sudah jadi alarm hidup keluarga, siang berubah jadi koki bintang lima meski lauknya cuma tahu-tempe, sore mendadak jadi guru privat anak-anak, malam berubah jadi konsultan rumah tangga sekaligus psikolog. Bahkan ada mode tambahan: jadi satpam ketika tetangga mulai gosip.

Tapi di balik semua kesibukan itu, ada satu syarat penting: emak-emak harus bahagia. Kenapa? Karena kalau emak-emak tidak bahagia, seluruh atmosfer rumah bisa berubah dari sejuk jadi mendung badai petir.

Bahagia Emak = Bahagia Satu Rumah

Pernah dengar istilah, “happy wife, happy life”? Itu bukan sekadar quotes Facebook emak-emak, tapi kenyataan pahit-manis kehidupan. Kalau emak bahagia, nasi goreng bisa terasa seperti buatan chef hotel. Tapi kalau emak sedang bad mood, air putih pun bisa terasa seperti kuah garam.

Ibnu Qayyim rahimahullah pernah berkata: “Hati yang bahagia akan membuat tubuh menjadi ringan, dan hati yang sedih akan membuat segala sesuatu terasa berat.”

BACA JUGA:  Ibu-ibu setelah Punya 2 Anak, Kenapa Mudah Sekali Jadi Gemuk?

Kalau diadaptasi ke dunia emak-emak, maksudnya kira-kira begini: kalau hati emak bahagia, nyuci tiga ember cucian terasa seperti olahraga ringan. Tapi kalau hatinya kusut, lipat baju sehelai pun bisa bikin ingin nangis di pojokan.

Emak = Manajer Multinasional (versi rumah)

Coba perhatikan, ibu rumah tangga itu sebetulnya CEO. Beda tipis dengan presiden. Bedanya, presiden rapat sama menteri, kalau emak rapat sama cucian kotor dan panci gosong. Presiden punya ajudan, emak punya anak yang kalau disuruh malah ngilang.

Tapi meski begitu, ulama salaf tetap mengingatkan pentingnya peran seorang istri/ibu. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Wanita shalihah adalah tiang rumah. Dengan kelembutannya, Allah menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang penuh rahmat.”

Nah, jadi bisa dibayangkan, kalau “tiangnya” patah gara-gara emak stres, rumah bisa rubuh bukan karena gempa, tapi karena suasana hati.

Kenapa Emak-Emak Harus Bahagia?

1- Agar Tetap Waras

Pekerjaan emak itu nggak ada liburnya. Kalau nggak dibarengi bahagia, bisa-bisa tiap hari jadi drama.

2- Bahagia Itu Menular

Anak-anak itu cermin. Kalau lihat ibunya senyum, mereka ikut ceria. Kalau lihat ibunya manyun, anak pun bisa rewel tanpa sebab.

3- Bahagia Itu Ibadah

Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata: “Kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa itu tidak lain kecuali dengan mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.”

Jadi, bahagia bukan cuma soal ketawa ngakak lihat meme, tapi juga soal hati yang tenang dekat dengan Allah.

BACA JUGA:  Ibu Rumah Tangga, Capeknya Bukan Cuma Fisik

Trik Emak-Emak Agar Bahagia

Ngopi atau ngeteh sebentar (walau akhirnya dingin karena kelamaan ngurusin anak).

1- Curhat ke Allah sebelum curhat ke status WhatsApp.

2- Bikin me time meskipun cuma 10 menit di kamar mandi (yang sering berubah jadi “tempat rapat darurat” ketika anak mengetuk pintu).

3- Ingat pahala: Semua lelah emak, dari nyapu sampai nyuapin anak, insyaAllah bernilai ibadah. Kata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah: “Tidak ada amal kecil jika dilakukan dengan ikhlas, dan tidak ada amal besar jika disertai riya.”

Penutup: Emak Bahagia, Rumah Serasa Surga

Jadi, wahai para emak-emak, jangan lupa bahagia. Bahagia itu bukan berarti bebas dari lelah, tapi bisa melihat lelah sebagai jalan menuju surga. Ingat, kerjaan emak memang nggak ada habisnya, tapi pahalanya juga bisa mengalir tanpa putus.

Kalau emak tersenyum, rumah bisa jadi surga dunia. Kalau emak cemberut, rumah bisa berubah jadi film horor. Maka, bahagialah wahai emak-emak, karena bahagiamu adalah investasi akhirat sekaligus tabungan tawa untuk keluarga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *