SHALAT merupakan tiang agama yang wajib ditegakkan setiap muslim. Namun, kesempurnaan shalat fardhu seringkali masih memiliki kekurangan dalam kekhusyukan maupun bacaan. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan shalat sunnah rawatib sebagai pelengkap dan penyempurna shalat wajib. Shalat rawatib dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu, dan menjadi ibadah sunnah yang sangat dijaga oleh Nabi ﷺ, terutama dua rakaat sebelum Subuh yang beliau tidak pernah tinggalkan meskipun dalam keadaan safar.
Keutamaan shalat rawatib begitu besar, di antaranya Allah menjanjikan rumah di surga bagi hamba yang senantiasa menjaganya. Para ulama salaf pun menekankan pentingnya ibadah ini, karena selain menutup kekurangan shalat wajib, ia juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan tambahan. Dengan demikian, menjaga shalat rawatib adalah tanda kesungguhan seorang muslim dalam memperindah ibadahnya, sekaligus meneladani jejak Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Yang Membatalkan Shalat Apa Saja?
1. Pengertian Shalat Rawātib
Shalat Rawātib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu (qabla – sebelum, atau ba‘da – sesudah).
Disebut juga Sunnah Rawātib, yaitu ibadah tambahan yang berfungsi sebagai penyempurna kekurangan shalat fardhu.
Rasulullah ﷺ sangat menjaga shalat rawatib, terutama dua rakaat sebelum Subuh.
2. Sejarah & Dasar Pensyariatan
Rasulullah ﷺ mengajarkannya melalui sunnah fi‘liyah (perbuatan beliau yang terus menerus).
Hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha:
“Barangsiapa menjaga shalat sunnah rawatib dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim).
Shalat rawatib termasuk ibadah yang sudah dipraktikkan sejak awal risalah, untuk menambah kesempurnaan ibadah wajib.
3. Keutamaan Shalat Rawātib
Mendapat rumah di surga (HR. Muslim).
Menyempurnakan kekurangan shalat fardhu (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi).
Mendapat pahala yang besar karena dilakukan secara rutin.
Menjadi tanda kecintaan dan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ yang menjaganya secara konsisten.
4. Macam-Macam Shalat Rawātib
Rawatib Mu’akkadah (sangat ditekankan):
2 rakaat sebelum Subuh.
2 rakaat sebelum Dzuhur.
2 rakaat setelah Dzuhur.
2 rakaat setelah Maghrib.
2 rakaat setelah Isya.
→ Total: 10 rakaat.
Rawatib Ghairu Mu’akkadah (tidak selalu beliau kerjakan):
2 rakaat tambahan sebelum Dzuhur (sehingga total 4 rakaat sebelum Dzuhur).
2 rakaat sebelum Ashar.
2 rakaat sebelum Maghrib.
2 rakaat sebelum Isya.
5. Pendapat Ulama Salaf tentang Shalat Rawātib
Imam Nawawi: “Shalat rawatib adalah ibadah sunnah mu’akkadah yang sangat dianjurkan. Bahkan sebagian ulama mendekatkannya pada hukum wajib karena Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya.”
Ibnul Qayyim: Menyebut bahwa shalat sunnah rawatib adalah bentuk penjagaan seorang hamba agar shalat wajibnya lebih sempurna.
BACA JUGA: Batas Shalat 5 Waktu, Ingatkan Ini! Penting! Terutama Waktu Isya!
Al-Imam Ahmad: Sangat menekankan dua rakaat sebelum Subuh, karena lebih utama daripada dunia dan seisinya.
Ibnu Rajab al-Hanbali: “Barangsiapa menjaga rawatib, ia termasuk golongan yang Allah pilih untuk dekat dengan-Nya melalui ibadah tambahan.”
6. Pelajaran Penting
Shalat rawatib adalah wujud kesungguhan menjaga ibadah wajib.
Sunnah rawatib membuktikan keteladanan Nabi ﷺ dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Menjaga rawatib berarti menjaga kesempurnaan ibadah seorang muslim di hadapan Allah Ta‘ala. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
