BEKAM atau hijamah merupakan salah satu metode pengobatan sunnah yang telah dikenal sejak zaman Rasulullah ﷺ. Selain bermanfaat secara medis untuk melancarkan peredaran darah, mengeluarkan racun tubuh, dan menjaga kesehatan, bekam juga diyakini mampu membantu mengatasi gangguan non-fisik, termasuk gangguan jin yang seringkali membuat seseorang merasakan sakit tanpa sebab yang jelas secara medis.
Gangguan jin dapat berupa rasa cemas berlebihan, sulit tidur, mimpi buruk, emosi yang tidak terkendali, bahkan penyakit-penyakit yang tidak dapat dijelaskan oleh diagnosa kedokteran. Dalam Islam, jin adalah makhluk Allah yang nyata keberadaannya, sebagaimana firman Allah dalam surah Adz-Dzariyat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
Sebagian jin ada yang beriman, namun ada pula yang durhaka dan dapat mengganggu manusia. Dalam kondisi inilah, ruqyah syar’iyyah, doa, serta terapi sunnah seperti bekam bisa menjadi sarana ikhtiar untuk mengusir pengaruh buruk jin dari tubuh manusia.

Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan bekam. Beliau bersabda: “Sesungguhnya pengobatan yang paling utama bagi kalian adalah hijamah (bekam).” (HR. Bukhari no. 5371 dan Muslim no. 1577)
Hadis ini menunjukkan bahwa bekam adalah salah satu bentuk pengobatan yang memiliki keutamaan. Banyak ulama menjelaskan bahwa selain manfaat jasmani, bekam juga memiliki efek ruhani yang dapat membantu melepaskan pengaruh jin atau sihir. Hal ini karena dalam proses bekam, darah kotor dan racun yang menjadi titik lemah jin dikeluarkan dari tubuh, sehingga jin yang bersembunyi pada aliran darah akan terganggu.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad menyebutkan bahwa jin terkadang berjalan dalam aliran darah manusia, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya setan berjalan pada diri anak Adam melalui aliran darah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, dengan mengeluarkan darah kotor melalui bekam, jalur peredaran yang sering digunakan jin menjadi terganggu. Inilah sebabnya banyak pasien yang setelah dibekam merasa lebih tenang, ringan, dan tidak lagi mengalami mimpi buruk atau gejala gangguan jin.
BACA JUGA: Bekam dan Kesuburan: Ikhtiar Tradisional dengan Penjelasan Ilmiah
Praktik bekam biasanya dilakukan pada titik-titik tertentu, seperti bagian punggung, leher, atau kepala, sesuai dengan anjuran Rasulullah ﷺ. Di antara titik bekam yang masyhur adalah di kepala, sebagaimana diriwayatkan: “Rasulullah ﷺ berbekam di kepalanya saat beliau sedang ihram, karena sakit.” (HR. Bukhari no. 5701)
Hadis ini juga memberi pelajaran bahwa bekam di kepala dapat memberi pengaruh signifikan terhadap kesehatan fisik dan psikis.
Namun perlu digarisbawahi, terapi bekam hanyalah salah satu sarana ikhtiar. Kesembuhan sepenuhnya datang dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, dalam menghadapi gangguan jin, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an terutama surah Al-Baqarah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, serta memperkuat keimanan agar jin tidak mudah menguasai dirinya.
Dengan demikian, terapi bekam bukan sekadar pengobatan tradisional, tetapi juga bagian dari sunnah Nabi ﷺ yang memiliki dimensi spiritual. Ia dapat menjadi ikhtiar bagi mereka yang mencari kesembuhan, baik dari penyakit medis maupun gangguan gaib, dengan keyakinan bahwa Allah-lah Sang Maha Penyembuh. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
