Baca Buku sambil Tiduran, Hati-hati

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

MEMBACA buku merupakan kebiasaan yang menenangkan dan bermanfaat bagi otak. Banyak orang memilih membaca sebelum tidur sebagai cara untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas. Namun, kebiasaan membaca sambil tiduran ternyata bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dalam posisi yang tidak tepat.

1. Risiko Gangguan pada Mata

Salah satu dampak paling umum dari membaca sambil tiduran adalah gangguan pada mata. Posisi tubuh yang miring atau terlalu dekat dengan buku membuat jarak pandang tidak ideal. Akibatnya, otot mata harus bekerja lebih keras untuk fokus, terutama jika pencahayaan di kamar kurang memadai. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mata (eye strain), pandangan kabur, hingga memperburuk kondisi rabun bagi mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan.

BACA JUGA: Tidur Tengkurap: Mengapa Dilarang?

Selain itu, membaca dalam posisi berbaring sering kali menyebabkan salah satu mata bekerja lebih dominan daripada yang lain, karena posisi kepala yang tidak sejajar dengan buku. Ketidakseimbangan ini dapat memicu ketegangan otot mata dan membuat penglihatan terasa tidak nyaman setelah membaca dalam waktu lama.

2. Gangguan pada Leher dan Tulang Belakang

Membaca sambil tiduran juga dapat memicu nyeri leher dan punggung. Posisi yang salah, seperti menunduk terlalu lama atau menopang kepala dengan bantal yang tidak sesuai, membuat tulang belakang tidak berada dalam posisi alami. Ketegangan otot pada leher dan bahu dapat terjadi, bahkan menimbulkan sakit kepala tegang (tension headache).

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan postur tubuh menjadi buruk. Bila sering membaca dengan posisi miring, tulang belakang dapat beradaptasi secara tidak simetris, sehingga memicu rasa tidak nyaman saat beraktivitas atau tidur.

3. Menurunkan Kualitas Tidur

Banyak orang membaca sambil tiduran dengan tujuan agar lebih cepat mengantuk. Namun, bagi sebagian orang, kegiatan ini justru menurunkan kualitas tidur. Posisi tubuh yang tidak nyaman atau pencahayaan yang terlalu terang bisa membuat otak tetap aktif dan sulit beristirahat. Terlebih jika buku yang dibaca memicu emosi atau adrenalin, seperti cerita misteri atau thriller, tubuh akan semakin sulit memasuki fase tidur nyenyak.

Selain itu, membaca di tempat tidur dapat mengubah asosiasi otak terhadap fungsi tempat tidur itu sendiri. Tempat tidur seharusnya diasosiasikan dengan istirahat, tetapi bila sering digunakan untuk aktivitas lain, seperti membaca atau bermain ponsel, otak bisa kesulitan “berpindah mode” ke kondisi rileks.

4. Tips Aman Membaca Sebelum Tidur

Jika membaca sebelum tidur sudah menjadi rutinitas yang sulit dihindari, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

– Bacalah dalam posisi duduk tegak atau setengah duduk dengan bantal penyangga di punggung.

BACA JUGA: Tilawah Sambil Tiduran, Bolehkah?

– Pastikan pencahayaan cukup terang dan datang dari arah belakang atau samping kiri-kanan, bukan langsung dari atas kepala.

– Hindari membaca dalam posisi miring terlalu lama.

– Batasi waktu membaca sekitar 20–30 menit sebelum tidur agar tubuh tetap siap beristirahat.

Kesimpulan

Membaca buku sambil tiduran memang terasa nyaman, tetapi kebiasaan ini bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan mata, nyeri leher, hingga penurunan kualitas tidur. Dengan memperhatikan postur tubuh dan pencahayaan yang baik, kamu tetap bisa menikmati waktu membaca dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *