Apa Itu Kisah Israiliyat?

Yudi
By Yudi
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KISAH Israiliyat adalah cerita-cerita yang berasal dari sumber-sumber Yahudi dan Kristen yang masuk ke dalam literatur Islam, terutama dalam tafsir, sejarah, dan kisah-kisah para nabi. Kisah-kisah ini sering kali diceritakan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen yang masuk Islam atau oleh ulama yang mengambil referensi dari kitab-kitab terdahulu, seperti Taurat dan Injil.

Kategori Kisah Israiliyat

Para ulama membagi kisah Israiliyat ke dalam tiga kategori:

1- Kisah yang sesuai dengan Islam

2- Kisah yang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadis, sehingga bisa diterima selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

3- Kisah yang bertentangan dengan Islam

BACA JUGA:  Kisah Ahli Maksiat yang Bertaubat dan Menjadi Ahli Surga

Kisah yang menyalahi ajaran Islam, bertentangan dengan Al-Qur’an atau Hadis yang sahih. Kisah seperti ini harus ditolak.

Kisah yang tidak dijelaskan dalam Islam

Kisah yang tidak didukung atau ditolak oleh Islam secara jelas. Dalam hal ini, kaum Muslim diperbolehkan untuk mendengarnya, tetapi tidak boleh meyakini sepenuhnya tanpa dasar yang kuat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian membenarkan atau mendustakan ahli kitab. Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami.’” (HR. Bukhari)

Contoh Kisah Israiliyat yang Terkenal

Kisah Raja Namrud yang Debat dengan Nabi Ibrahim
Cerita tentang Ukuran Bahtera Nabi Nuh yang Detail
Kisah Harut dan Marut, Malaikat yang Diuji dengan Dosa

BACA JUGA: 3 Kisah untuk Menjelaskan Ayat Kursi

Sikap Umat Islam terhadap Kisah Israiliyat

Para ulama menyarankan untuk berhati-hati terhadap kisah Israiliyat, terutama yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan Hadis. Kisah-kisah ini tidak boleh dijadikan dasar dalam akidah dan hukum Islam, tetapi bisa digunakan sebagai bahan bacaan sejarah atau pelajaran moral selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Jika ada kisah yang terdengar menarik tetapi tidak ada dasarnya dalam Islam, lebih baik bersikap skeptis dan tidak menjadikannya sebagai keyakinan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *