Mengapa Orang yang Mudah Marah Lebih Rentan Terserang Stroke?

4 Min Read
Foto: Freepik

EMOSI adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Namun, ketika seseorang terlalu sering marah, bukan hanya hubungan sosialnya yang terganggu, tetapi juga kesehatannya — terutama kesehatan otak dan jantung. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang mudah marah memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke, yaitu gangguan peredaran darah ke otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.

Secara medis, saat seseorang marah, tubuh memproduksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini memicu respons “fight or flight” (melawan atau lari) yang membuat jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan pembuluh darah menyempit. Jika kondisi ini sering terjadi, dinding pembuluh darah menjadi tegang dan rapuh. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan hipertensi, penumpukan plak lemak (aterosklerosis), dan akhirnya stroke.

Ketika seseorang marah secara berlebihan, denyut jantung dapat melonjak tajam hingga di atas normal. Otak menerima tekanan besar dari aliran darah yang meningkat secara tiba-tiba. Bagi orang yang sudah memiliki faktor risiko seperti kolesterol tinggi, diabetes, atau kebiasaan merokok, kemarahan dapat menjadi “pemicu terakhir” yang menyebabkan pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat. Itulah sebabnya banyak kasus stroke terjadi setelah seseorang mengalami pertengkaran hebat atau stres emosional yang kuat.

Dari sudut pandang psikoneuroimunologi, emosi negatif seperti marah dan dendam juga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem imun menurun, peradangan dalam tubuh meningkat, termasuk di area pembuluh darah otak. Kondisi inflamasi kronis ini membuat pembuluh darah makin mudah rusak. Otak, yang sangat sensitif terhadap perubahan aliran darah, akhirnya mengalami gangguan fungsi ketika suplai oksigen dan nutrisi terganggu — inilah awal mula stroke.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Selain faktor biologis, marah juga berhubungan erat dengan gaya hidup yang buruk. Orang yang sering marah cenderung kurang tidur, makan tidak teratur, dan melampiaskan stres dengan merokok atau mengonsumsi alkohol. Kombinasi faktor-faktor tersebut mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan kekentalan darah, sehingga risiko stroke makin besar.

Dari sisi spiritual dan emosional, kemarahan yang tidak terkendali sering kali muncul karena kurangnya kemampuan seseorang mengelola hati dan pikiran. Dalam banyak ajaran, termasuk Islam dan tradisi Timur, marah dianggap sebagai api yang membakar energi kehidupan. Saat seseorang tidak mampu menahan amarah, tubuhnya ikut terbakar oleh gelombang stres yang merusak organ vital secara perlahan. Karena itu, menenangkan hati bukan hanya perintah moral, tapi juga kebutuhan biologis untuk menjaga keseimbangan tubuh.

BACA JUGA:  Merokok karena Stres: Jalan Pintas yang Justru Mempercepat Penyakit dan Kematian

Untuk mencegah risiko stroke akibat mudah marah, penting melatih diri dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, dzikir, atau terapi bekam yang membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan emosional. Olahraga ringan, tidur cukup, serta menjaga pola makan rendah lemak juga sangat membantu menjaga kestabilan sistem saraf dan pembuluh darah.

Kesimpulannya, marah bukan sekadar luapan emosi — ia adalah reaksi biologis yang, bila berulang, dapat menjadi bumerang bagi otak dan jantung. Mengelola amarah berarti melindungi diri dari ancaman stroke. Maka, sebelum amarah menguasai tubuh, belajarlah menenangkan diri, karena hati yang tenang bukan hanya membawa kedamaian, tapi juga kesehatan.

Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.

Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *