Apakah Orang yang Sudah Meninggal Dunia Mengetahui Kedatangan Orang yang Menziarahi Makamnya, dan Mendengar Ucapan Salam Mereka?

5 Min Read
Foto: Freepik

Oleh: Umma Zayta (Riza Febrita)

DIRIWAYATKAN dari Ibnu Abdil Bar, dari Nabi, beliau bersabda, “Seorang muslim yang melewati makam saudara yang dikenalnya saat di dunia lalu ia mengucapkan salam kepadanya maka Allah akan mengembalikan ruh kepada orang yang sudah meninggal dunia itu hingga ia menjawab salam (saudara)nya.” Hadis ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa orang yang sudah meninggal dunia bisa mengetahui orang yang menziarahi makamnya dan menjawab salam yang ditujukan kepadanya.

Ada riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Apabila ada seseorang yang melewati kuburan saudaranya sesama mukmin yang dia kenal di dunia, lalu dia memberi salam, maka saudaranya akan menjawab salamny a.

Ibnul Mubarok mengatakan, “Hadis ini shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dishahihkan Abdul Haq, penulis kitab al-Ahkam.” (Majmu’ Fatawa, 24/331).

Hadis ini juga disahihkan al-Hafidz Abdul Haq al-Isybili, al-Qurthubi dalam al-Mufhim (1/500), al-Iraqi dalam Takhrij Ihya Ulumiddin (4/491), demikian pula as-Syaukani dalam Nailul Authar (3/304).

Di dalam kitab Ash-Shahihain (Shahih al-Bukhârî dan Shahih Muslim) diriwayatkan dari Rasulullah melalui beberapa jalur periwayatan bahwa beliau pernah memerintahkan untuk mengumpulkan jenazah-jenazah kaum musyrikin yang terbunuh dalam Perang Badar lalu memasukkannya ke dalam sebuah sumur tua. Selanjutnya, beliau mendekati sumur itu seraya memanggil nama-nama mereka, “Wahai fulan bin fulan, wahai fulan bin fulan, apakah kalian sudah mendapatkan bahwa apa yang dijanjikan Tuhan kalian adalah benar? Sesungguhnya, aku sudah mendapatkan bahwa apa yang dijanjikan Tuhanku kepadaku adalah benar.”

Umar bin Khaththab bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau bisa berbicara dengan orang yang sudah meninggal?”

Beliau menjawab, “Demi Yang mengutusku dengan kebenaran, kalian tidak lebih mendengar daripada mereka atas apa yang aku katakan, hanya saja mereka tidak bisa menjawab.”

Bahkan, Rasulullah juga mengabarkan bahwa orang yang sudah meninggal dunia dapat mendengar suara sandal orang-orang yang mengiringi jenazahnya saat mereka pergi meninggalkan makam.

Nabi mensyariatkan kepada umatnya bahwa jika mengucapkan salam kepada penghuni makam, ucapkanlah:

“السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIIN WAL MUSLIM, WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN, WA AS-ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
(HR. Muslim, no. 975)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mensyariatkan kepada umatnya ketika mereka memberi salam kepada penghuni kubur, agar disampaikan seperti menyampaikan kepada orang yang ada di depannya. ‘Assalamu alaikum, wahai penghuni kampung kaum mukminin” sementara panggilan semacam ini hanya bisa ditujukan kepada orang yang bisa mendengar dan berakal. Andai bukan seperti ini panggilannya, tentu statusnya seperti memanggil sosok yang tidak ada atau benda mati. Dan para ulama salaf sepakat hal ini. Terdapat banyak riwayat dari mereka bahwa mayit mengetahui orang hidup yang menziarahinya dan merasa senang bersamanya. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/325)

BACA JUGA: Hidupmu Hanya untuk Ibadah. (Titik)

Para ulama salaf (salaful shalih) telah menyepakati hal ini. Demikian juga halnya banyak atsar yang meriwayatkan bahwa orang yang sudah meninggal dapat mengetahui ziarah orang yang masih hidup dan merasa gembira.

Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Ubaid bin Abid Dunya mengatakan di dalam kitab Al-Qubûr bab “Ma’rifah al-mautâ bi ziyârah al-ahya (Orang yang Sudah Meninggal Dunia Mengetahui Ziarah Orang-Orang yang Masih Hidup)”, “Muhammad bin Aun berkata bahwa Yahya bin Yaman menceritakan, dari Abdullah bin Sam’an, dari Zaid bin Aslam, dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‘Ketika seseorang menziarahi makam saudaranya dan ia duduk di sisi pusaranya, saudara yang sudah meninggal itu mendengar dan menjawab perkataannya hingga seseorang itu pergi (meninggalkan makam)’.” []

Sumber: Kitab Ar-Ruh, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *