SETIAP orang pasti pernah mengalami penurunan nafsu makan ketika sakit, baik saat demam, flu, batuk, maupun penyakit infeksi lainnya.
Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas karena berkurangnya asupan energi. Namun, fenomena “hilangnya nafsu makan” bukan sekadar gejala biasa, melainkan mekanisme biologis kompleks yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dan cara tubuh melawan penyakit.
Peran Sistem Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh diserang oleh virus atau bakteri, sistem kekebalan segera merespons dengan menghasilkan senyawa kimia bernama sitokin. Sitokin, seperti interleukin-1 (IL-1), interleukin-6 (IL-6), dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), berfungsi sebagai sinyal untuk mengaktifkan sel-sel imun. Namun, senyawa ini juga memengaruhi otak, terutama bagian hipotalamus, yang mengatur rasa lapar.

Studi yang dipublikasikan dalam Nature Reviews Immunology (2015) menjelaskan bahwa sitokin mampu menekan pusat nafsu makan di hipotalamus, sehingga seseorang merasa kenyang lebih cepat atau tidak tertarik pada makanan. Mekanisme ini sebenarnya bertujuan untuk mengalihkan energi tubuh dari proses pencernaan menuju sistem kekebalan agar lebih fokus melawan infeksi.
Hubungan Demam dan Nafsu Makan
Saat sakit, tubuh biasanya mengalami peningkatan suhu atau demam. Kondisi ini membuat metabolisme tubuh berubah. Demam menyebabkan peningkatan kebutuhan energi, tetapi pada saat yang sama tubuh juga mengurangi aktivitas pencernaan untuk menghemat energi. Itulah sebabnya banyak orang merasa mual atau kehilangan selera makan ketika demam.
Penelitian dalam Journal of Clinical Investigation (2017) menemukan bahwa demam memicu pelepasan hormon leptin, yaitu hormon yang memberi sinyal “kenyang” ke otak. Kadar leptin yang tinggi saat sakit turut berkontribusi terhadap hilangnya nafsu makan.
Manfaat Evolusioner dari Kehilangan Nafsu Makan
Meski tampak merugikan, kurangnya nafsu makan saat sakit memiliki sisi adaptif. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Cell (2016), puasa singkat saat sakit dapat membantu tubuh mengurangi beban metabolik, sekaligus mempercepat perbaikan jaringan yang rusak akibat infeksi. Selain itu, beberapa patogen membutuhkan zat besi untuk berkembang biak.
Dengan mengurangi konsumsi makanan, terutama yang kaya zat besi, tubuh secara tidak langsung membatasi pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Kaitan dengan Sistem Saraf
Selain sitokin dan hormon, sistem saraf juga berperan. Saat sakit, tubuh sering mengalami gejala seperti mual, lelah, dan nyeri. Gejala ini dipengaruhi oleh aktivasi saraf vagus, yaitu saraf yang menghubungkan usus dengan otak.
Aktivasi saraf vagus dapat menimbulkan sensasi mual dan menurunkan keinginan untuk makan. Hal ini sejalan dengan laporan dalam Brain, Behavior, and Immunity (2018) yang menunjukkan bahwa peradangan dapat mengubah komunikasi saraf usus-otak, sehingga nafsu makan menurun.
BACA JUGA: Bersin: Wow, Ternyata Itu Mekanisme Cerdas Tubuh dalam Melindungi Diri
Mengatasi Penurunan Nafsu Makan
Meskipun secara alami tubuh menekan nafsu makan untuk mendukung penyembuhan, asupan nutrisi tetap penting agar energi dan kekuatan tidak menurun drastis. Dalam kondisi sakit, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ringan namun bergizi, seperti sup hangat, buah, madu, atau minuman elektrolit. Asupan cairan juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi.
Kesimpulan
Kurang nafsu makan ketika sakit adalah mekanisme alami tubuh yang dikendalikan oleh interaksi antara sistem kekebalan, hormon, dan sistem saraf. Sitokin, leptin, dan aktivitas saraf vagus berperan besar dalam menekan pusat rasa lapar di otak.
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa meski tampak merugikan, reaksi ini memiliki manfaat evolusioner dalam mendukung proses penyembuhan dan membatasi pertumbuhan patogen. Namun, tetap menjaga asupan nutrisi ringan sangat diperlukan agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk melawan penyakit. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
