Kekuatan Raksasa yang Hancur di Ramadhan

Nasrulloh Baksolahar
4 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BERIKUT adalah rangkaian kekuatan raksasa yang runtuh atau terpukul telak dalam bulan Ramadhan—bulan yang sering dipersepsikan sebagai waktu ibadah personal, tetapi dalam sejarah justru menjadi momentum perubahan peradaban.

—

1. Kafir Quraisy – Fathu Makkah (8 H / 630 M)

Selama lebih dari dua dekade, kaum Quraisy menjadi kekuatan dominan di Jazirah Arab. Mereka mengusir Nabi, menyiksa para sahabat, memimpin koalisi perang dalam Badar, Uhud, hingga Ahzab.

Namun pada 20 Ramadhan 8 Hijriah, Mekah ditaklukkan tanpa pertumpahan darah besar. Nabi Muhammad ﷺ memasuki kota dengan kepala tertunduk, bukan sebagai penakluk arogan, tetapi sebagai pemaaf.

Struktur kekuasaan lama runtuh. Berhala-berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan. Tatanan tauhid menggantikan oligarki kabilah. Sebuah revolusi spiritual dan politik terjadi dalam satu hari.

Ramadhan menjadi bulan runtuhnya hegemoni Quraisy.

BACA JUGA:  Perang-perang Kemerdekaan Indonesia yang Terjadi di Ramadhan

2. Persia – Battle of al-Qadisiyyah (14 H / 636 M)

Imperium Persia Sasanid adalah salah satu superpower dunia saat itu. Tentara profesional, birokrasi mapan, dan peradaban tua yang megah.

Namun dalam bulan Ramadhan tahun 14 Hijriah, pasukan Muslim di bawah komando Sa’ad bin Abi Waqqash menghadapi bala tentara Persia dalam Perang Qadisiyyah.

Kemenangan itu menjadi awal runtuhnya Kekaisaran Sasanid. Dalam beberapa tahun, ibu kota Ctesiphon jatuh. Imperium yang telah berdiri ratusan tahun tumbang di hadapan pasukan yang sebagian besar baru beberapa tahun mengenal Islam.

Ramadhan kembali menjadi titik balik geopolitik dunia.

—

3. Tentara Salib – Battle of Hattin (583 H / 1187 M)

Selama hampir 90 tahun, pasukan Salib menguasai Al-Quds (Yerusalem) sejak 1099. Dunia Islam terpecah, konflik internal merajalela.

Pada 17 Ramadhan 583 Hijriah, di bawah kepemimpinan صلاح الدين الأيوبي, pasukan Muslim menghancurkan kekuatan utama Tentara Salib di Hattin.

Kemenangan ini membuka jalan bagi pembebasan Yerusalem beberapa bulan kemudian. Dominasi militer Salib di Syam runtuh. Dunia Islam kembali menemukan harga dirinya.

Ramadhan menjadi bulan pembalikan sejarah Perang Salib.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

4. Tartar (Mongol) – Battle of Ain Jalut (658 H / 1260 M)

Bangsa Mongol atau Tartar dikenal sebagai kekuatan paling destruktif abad ke-13. Baghdad dihancurkan tahun 1258. Dunia Islam porak-poranda.

Namun pada 25 Ramadhan 658 Hijriah, pasukan Mamluk Mesir di bawah pimpinan Saif ad-Din Qutuz dan Baibars menghadapi Mongol di Ain Jalut, Palestina.

Untuk pertama kalinya, pasukan Mongol mengalami kekalahan telak dalam pertempuran terbuka.

Ain Jalut bukan sekadar kemenangan militer. Ia menyelamatkan Mesir, Syam, bahkan mungkin sisa peradaban Islam dari kehancuran total.

Dan itu terjadi di bulan Ramadhan.

—

5. Romawi Timur – Fall of Constantinople (857 H / 1453 M)

Kota Konstantinopel selama berabad-abad menjadi benteng kokoh Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur). Banyak upaya penaklukan gagal.

Pada 20 Ramadhan 857 Hijriah, pasukan Utsmani di bawah komando Mehmed II berhasil menembus tembok kota. Konstantinopel jatuh dan kemudian dikenal sebagai Istanbul.

Peristiwa ini mengakhiri Kekaisaran Bizantium yang telah bertahan lebih dari seribu tahun dan menandai babak baru dalam sejarah dunia.

Ramadhan kembali tercatat sebagai bulan runtuhnya kekuatan raksasa.

BACA JUGA:  Ramadhan Menjadikannya Seperti Nabi Musa

Refleksi Historis

Jika ditarik benang merahnya, Ramadhan bukan sekadar bulan ritual. Ia menjadi bulan konsolidasi ruhani yang melahirkan daya juang kolektif.

Quraisy runtuh. Persia runtuh. Dominasi Salib dipatahkan. Mongol dihentikan. Konstantinopel ditaklukkan.

Kekuatan raksasa hancur bukan hanya karena pedang, tetapi karena transformasi batin sebuah umat yang ditempa dalam lapar, sabar, disiplin, dan keyakinan.

Sejarah menunjukkan:
Ramadhan bukan bulan kelemahan.
Ia justru sering menjadi bulan perubahan besar peradaban. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *