Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

SETIAP menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah. Zakat ini wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Namun di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: bolehkah zakat fitrah dibayar dengan uang, bukan dengan beras atau makanan pokok?

Perbedaan praktik ini memang sering menimbulkan kebingungan. Ada yang memberikan beras, ada pula yang menyerahkan uang kepada panitia zakat.

BACA JUGA: Bolehkah Membayar Zakat Fitrah dengan Menggunakan Uang?

1. Zakat fitrah pada zaman Nabi berupa makanan pokok

Dalam banyak hadis disebutkan bahwa pada masa Nabi Muhammad ﷺ, zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok. Di antaranya berupa kurma, gandum, atau jelai.

Ukuran yang ditetapkan adalah satu sha’, yang jika dikonversikan di Indonesia kira-kira setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram makanan pokok seperti beras.

Tujuannya adalah agar orang-orang miskin memiliki makanan pada hari raya dan tidak merasa kekurangan.

2. Pendapat ulama yang tidak membolehkan zakat fitrah dengan uang

Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fitrah harus diberikan dalam bentuk makanan pokok, bukan uang. Pendapat ini dipegang oleh banyak ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali.

Alasan mereka sederhana: karena itulah bentuk yang diajarkan langsung pada masa Nabi ﷺ. Dengan demikian, mengikuti bentuk tersebut dianggap lebih sesuai dengan sunnah.

Di Indonesia sendiri, banyak lembaga zakat dan masjid yang masih menggunakan cara ini, yaitu menerima zakat fitrah dalam bentuk beras.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

3. Pendapat ulama yang membolehkan dengan uang

Namun ada juga ulama yang membolehkan zakat fitrah dibayar dengan uang, terutama dalam mazhab Hanafi. Mereka berpendapat bahwa yang terpenting adalah manfaat bagi orang miskin.

Dengan uang, penerima zakat bisa membeli kebutuhan yang paling mereka perlukan. Dalam kondisi masyarakat modern, uang sering dianggap lebih praktis dan fleksibel.

Karena alasan inilah, di banyak tempat zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang dengan nilai setara harga beras yang seharusnya dikeluarkan.

4. Praktik yang banyak dilakukan saat ini

Saat ini di berbagai daerah, panitia zakat biasanya memberikan dua pilihan kepada masyarakat: membayar zakat fitrah dengan beras atau dengan uang yang nilainya sudah ditentukan sesuai harga beras setempat.

Cara ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah menunaikan kewajibannya sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan para penerima zakat.

BACA JUGA: Berapa Besaran Zakat Fitrah yang Harus Ditunaikan per Kepala?

Pada dasarnya, zakat fitrah paling utama adalah dengan makanan pokok seperti yang dilakukan pada masa Nabi ﷺ. Namun sebagian ulama juga membolehkan pembayaran dengan uang selama nilainya setara dan benar-benar sampai kepada orang yang berhak menerimanya.

Yang paling penting adalah memastikan zakat fitrah ditunaikan tepat waktu sebelum shalat Idul Fitri dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan begitu, tujuan zakat fitrah untuk membantu kaum fakir dan menyempurnakan ibadah puasa dapat tercapai. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *