I’TIKAF adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini sangat dianjurkan terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Banyak orang mengira bahwa i’tikaf harus dilakukan berhari-hari. Padahal para ulama menjelaskan bahwa i’tikaf juga boleh dilakukan dalam waktu yang singkat.
Dasar utama i’tikaf adalah menetap di masjid dengan niat beribadah. Semakin lama waktunya tentu semakin baik. Namun jika seseorang tidak mampu melakukannya lama, maka ia tetap boleh beri’tikaf walaupun hanya sebentar.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi ﷺ sering beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
BACA JUGA: Bolehkah I’tikaf di Rumah?
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan i’tikaf dalam waktu yang lama. Namun para ulama menjelaskan bahwa lama waktu tersebut bukanlah syarat sah i’tikaf.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa i’tikaf tetap sah walaupun dilakukan dalam waktu yang singkat. Beliau berkata:
يَصِحُّ الِاعْتِكَافُ وَلَوْ لَحْظَةً
“I’tikaf itu sah walaupun hanya sesaat.”
Pendapat ini juga dipegang oleh banyak ulama salaf dari kalangan mazhab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian ulama lainnya. Selama seseorang masuk masjid dengan niat i’tikaf dan tinggal di dalamnya walaupun sebentar, maka ia sudah mendapatkan pahala i’tikaf.
BACA JUGA: Apa yang Bisa Dilakukan Wanita Haid pada Malam Lailatul Qadar?
Imam Ibn Hazm rahimahullah juga menegaskan bahwa tidak ada batas minimal waktu i’tikaf yang ditetapkan dalam dalil. Oleh karena itu, i’tikaf bisa dilakukan sebentar maupun lama.
Meski demikian, kaum muslimin dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan i’tikaf dengan sebaik-baiknya. Waktu yang ada bisa diisi dengan shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.
Kesimpulannya, i’tikaf tidak harus dilakukan berhari-hari. I’tikaf tetap sah walaupun hanya sebentar, selama dilakukan di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Namun semakin lama seseorang beri’tikaf, semakin besar pula kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

