Saat Demak Berjihad Mengusir Portugis di Malaka, Eropa Terbelah

Nasrulloh Baksolahar
5 Min Read
Foto: Islampos

KETIKA armada besar Kesultanan Demak di bawah Adipati Unus berlayar menuju Malaka pada awal abad ke-16, dunia tidak sedang dalam keadaan stabil. Di satu sisi, Nusantara mulai menyadari ancaman kolonial Portugis. Di sisi lain, Eropa justru sedang retak dari dalam—terbelah oleh sebuah gerakan besar yang kelak dikenal sebagai Reformasi Protestan.

Dua peristiwa ini—yang tampak terpisah oleh jarak ribuan kilometer—sebenarnya saling terkait. Serangan Demak ke Malaka bukan sekadar konflik regional, tetapi bagian dari benturan global antara kekuatan Islam dan Eropa yang sedang mengalami krisis internal.

—

Retaknya Otoritas Gereja: Awal dari Perubahan Besar

Pada tahun 1517, seorang biarawan Jerman bernama Martin Luther memakukan 95 tesis di pintu gereja Wittenberg. Isinya mengguncang fondasi Gereja Katolik Roma.

Ia menentang praktik jual beli pengampunan dosa (indulgensi), mengkritik korupsi gereja, dan menolak dominasi Paus dalam kehidupan politik. Namun kritik ini bukan muncul tiba-tiba. Ia lahir dari gelombang besar yang disebut Renaissance—sebuah era ketika manusia Eropa mulai berpikir kritis dan menantang otoritas lama.

Tiga akar utama Reformasi Gereja:

Keinginan raja-raja Eropa lepas dari dominasi Paus

Praktik korupsi dan penjualan indulgensi

Penyalahgunaan kekuasaan gereja

Dari sinilah Eropa tidak lagi satu. Ia terpecah menjadi Katolik dan Protestan.

—

Dari Teologi ke Meriam: Agama Menjadi Alat Politik

Perpecahan ini tidak berhenti pada debat teologis. Ia berubah menjadi konflik politik, bahkan perang terbuka seperti Perang Tiga Puluh Tahun.

Negara-negara Eropa kini tidak hanya bersaing dalam hal iman, tetapi juga dalam perebutan kekayaan dan wilayah. Agama berubah menjadi identitas politik.

Portugis dan Spanyol tetap Katolik

Belanda dan Inggris menjadi Protestan

Persaingan ini kemudian “diekspor” ke luar Eropa—termasuk ke Nusantara.

Malaka: Titik Temu Dua Dunia yang Bertabrakan

Ketika Portugis merebut Malaka pada 1511, mereka bukan hanya membawa meriam dan kapal. Mereka membawa misi Katolik Roma.

Namun saat Adipati Unus menyerang Malaka (1513), Portugis belum sepenuhnya kuat. Sebab pada saat yang sama, Eropa sedang terguncang oleh Reformasi Gereja.

Akibatnya:

  • Fokus Eropa terpecah antara konflik internal dan ekspansi luar
  • Dukungan logistik Portugis ke Asia tidak maksimal
  • Serangan dari dunia Islam, termasuk Demak, memberi tekanan tambahan

Inilah titik penting: serangan Demak secara tidak langsung memperparah posisi Portugis yang sudah goyah akibat konflik internal Eropa.

—

Protestan vs Katolik: Persaingan yang Menyusup ke Nusantara

Ketika Belanda datang melalui VOC pada abad ke-17, mereka datang bukan hanya sebagai pedagang, tetapi sebagai representasi Protestanisme.

Apa yang mereka lakukan?

1. Mengusir pengaruh Katolik Portugis

2. Memaksa komunitas lokal Katolik beralih ke Protestan

3. Menjadikan agama sebagai alat loyalitas politik

Di Maluku, misalnya:

  • Wilayah yang sebelumnya Katolik diubah menjadi Protestan
  • Gereja dijadikan instrumen kontrol sosial
  • Kesetiaan agama diarahkan menjadi kesetiaan politik kepada VOC

Agama tidak lagi sekadar keyakinan. Ia menjadi alat kolonial.

https://id.shp.ee/JLAL5EP

Dampak Besar Reformasi Gereja bagi Nusantara

Reformasi Gereja di Eropa menciptakan efek domino yang terasa hingga Indonesia:

1. Lahirnya Beragam Aliran Kristen

Munculnya Lutheran, Calvinis, dan Anglikan membuat Nusantara menjadi medan penyebaran berbagai denominasi.

2. Persaingan Penjajah Semakin Tajam

Kolonialisme tidak lagi tunggal. Ia terpecah:

  • Portugis (Katolik)
  • Belanda (Calvinis)
  • Inggris (Anglikan)

Mereka tidak hanya bersaing dagang, tetapi juga ideologi.

3. Agama Menjadi Alat Kekuasaan

VOC menggunakan gereja untuk:

  • Mengontrol masyarakat
  • Menghapus pengaruh lawan
  • Menguatkan dominasi ekonomi

4. Konflik Berkepanjangan

Persaingan Katolik vs Protestan memperpanjang konflik kolonial di berbagai wilayah Nusantara.

BACA JUGA:  Strategi Dakwah Sunan Bonang dan Sunan Giri

Kesimpulan: Ketika Dunia Terhubung oleh Konflik

Serangan Demak ke Malaka bukanlah peristiwa lokal. Ia adalah bagian dari sejarah global.

Di satu sisi, Demak berusaha mengusir penjajah. Di sisi lain, Eropa sedang berperang dengan dirinya sendiri.

Reformasi Gereja telah:

  • Melemahkan kesatuan Eropa
  • Memicu persaingan antar bangsa penjajah
  • Mengubah agama menjadi alat politik global

Dan di tengah semua itu, Nusantara menjadi panggung perebutan—bukan hanya rempah-rempah, tetapi juga pengaruh, keyakinan, dan kekuasaan. []

Sumber:
Rachmad Abdullah, Kerajaan Islam Demak, Al-Wafi Puplishing, 2015
Wikipedia

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *