IBNU Abbas berkisah tentang turunnya ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah bahwa saat malaikat Jibril duduk di sisi Rasulullah ﷺ, ia mendengar suara dari atasnya. Maka, Jibril pun mengangkat kepalanya dan berkata,
“Ini satu pintu langit terbuka hari ini, tidak pernah dibuka sama sekali sebelumnya, kecuali hari ini.”
Lalu turun darinya satu malaikat. Kemudian Jibril berkata,
“Satu malaikat turun ke bumi, ia belum pernah turun sama sekali kecuali hari ini.”
Lalu malaikat tersebut memberi salam dan berkata,
“Bergembiralah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelum kamu, yaitu Pembuka Kitab, Al-Fatihah, dan ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Kamu tidak akan membaca satu huruf darinya melainkan kamu akan diberi apa yang dikandungnya.”
Suatu hari Ubaid bin Umair menemui Ibunda Aisyah, lalu berkata,
“Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang menakjubkan yang pernah engkau lihat dari Rasulullah ﷺ?”
BACA JUGA: Wanita Cantik di Shaff Wanita saat Shalat di Era Rasulullah ﷺ yang Menjadi Sebab Turunnya Ayat
Ibunda Aisyah terdiam, lalu berkisah suatu malam Rasulullah ﷺ bersabda,
“Wahai Aisyah, biarkanlah aku beribadah kepada Rabbku malam ini.”
Aku berkata,
“Demi Allah, aku sangat senang dekat denganmu dan menyukai apa yang bisa membuatmu senang.”
Lalu Rasulullah ﷺ bangkit dan bersuci, kemudian berdiri shalat.
Dalam shalatnya, saat berdiri, beliau menangis hingga pangkuannya basah. Saat duduk menangis hingga jenggotnya basah. Terus menangis hingga tempat sujudnya basah. Lalu Bilal datang untuk memberitahu adzan shalat.
Tatkala Bilal melihat Rasulullah ﷺ menangis, Bilal berkata,
“Wahai Rasulullah, Engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu yang telah lalu dan akan datang?”
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur? Sesungguhnya pada malam ini telah diturunkan kepadaku satu surat, celakalah bagi yang membacanya tetapi tidak merenungkannya, yaitu:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang,47) bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.
(Al-Baqarah [2]:164)
Abu Ayyub Al-Anshari berkisah bahwa ia memiliki sebuah rak yang di dalamnya ada kurma dan jin selalu datang dan mengambil sebagian darinya. Hal itu diadukan kepada Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Pergilah, jika kamu melihatnya lagi, bacalah ‘Bismillah, penuhilah seruan Rasulullah ﷺ.”

Maka Abu Ayyub berhasil menangkapnya, lalu jinnya bersumpah untuk tidak mengulanginya. Abu Ayyub pun melepaskannya. Namun, jin tersebut terus mengulanginya lagi.
Saat Abu Ayyub berhasil menangkapnya lalu akan dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ, Jin itu berkata,
“Sesungguhnya aku akan mengingatkanmu sesuatu, yaitu ayat Kursi, bacalah ia di rumahmu, niscaya kamu tidak akan didekati setan ataupun yang lainnya.”
BACA JUGA: Sejarah Surat Al-Fatihah
Saat hal itu dikisahkan kepada Rasulullah ﷺ, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Ia benar, meskipun ia adalah seorang pendusta.”
Kisah yang mirip seperti ini pun terjadi pada ayahnya Kaab bin Malik.
Usaid bin Hudhair memiliki pengalaman sendiri tentang surat Al-Baqarah. Ketika dia sedang membaca surat Al-Baqarah pada suatu malam, tiba-tiba dia mendengar satu dentuman dari belakangnya. Dia mengira kudanya lepas. Ternyata dia melihat sesuatu seperti pelita berjuntai di antara langit dan bumi.
Menurut Rasulullah ﷺ, itu adalah malaikat yang turun karena bacaan surat Al-Baqarah. Seandainya Usaid bin Hudhair melanjutkan, maka dia akan bisa melihat berbagai keajaiban.
Itulah kisah-kisah yang berkaitan dengan turunnya surat Al-Baqarah. []
Sumber:
Nashiruddin al-Bani, Shahih At-Targhib wa At-Targhib, Darul Haq, 2006
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


