Sejarah Surat Al-Fatihah

4 Min Read
Foto: Freepik

IBNU Abbas berkisah tentang turunnya surat Al-Fatihah bahwa saat malaikat Jibril duduk di sisi Rasulullah ﷺ, ia mendengar suara dari atasnya. Maka, Jibril pun mengangkat kepalanya dan berkata,

“Ini satu pintu langit terbuka hari ini, tidak pernah dibuka sama sekali sebelumnya, kecuali hari ini.”

Lalu turun darinya satu malaikat. Kemudian Jibril berkata,

“Satu malaikat turun ke bumi, ia belum pernah turun sama sekali kecuali hari ini.”

Lalu malaikat tersebut memberi salam dan berkata,

“Bergembiralah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelum kamu, yaitu Pembuka Kitab, Al-Fatihah, dan ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Kamu tidak akan membaca satu huruf darinya melainkan kamu akan diberi apa yang dikandungnya.”

BACA JUGA:  Makmum Tidak Bisa Membaca Al-Fatihah, Sahkah Shalatnya?

Begitu pentingnya surat Al-Fatihah, Rasulullah ﷺ secara khusus mengajarkan surat ini kepada sahabatnya. Beberapa sahabat berkisah bagaimana mereka diajarkan surat Al-Fatihah. Salah satunya Ubay bin Kaab.

Abu Hurairah berkisah bagaimana cara Rasulullah ﷺ mengajarkan Al-Fatihah kepada Ubay bin Kaab.

Pada suatu hari Rasulullah ﷺ mengunjungi Ubay bin Kaab Lalu bersabda,

“Wahai Ubay.”

Ternyata saat itu Ubay bin Kaab sedang dalam keadaan shalat. Maka Ubay menoleh, namun tidak menjawabnya. Dan Ubay terus shalat namun mempercepatnya. Lalu dia pergi menemui Rasulullah ﷺ dan berkata,

“Assalamu alaika ya Rasulullah.”

https://s.shopee.co.id/60M1zoHWHp

Maka Rasulullah ﷺ bersabda,

“Waalaikum salam, apa yang mencegahmu wahai Ubay untuk memenuhi seruanku saat aku menyerumu?”

Ubay menjawab,

“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku tadi sedang shalat.”

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Apakah kamu belum menemukan wahyu yang telah diturunkan kepadaku, ‘Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila ia menyerumu kepada sesuatu yang memberikan kehidupan padamu?”

Ubay berkata,

“Tentu aku tidak akan mengulanginya lagi, insya Allah.”

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Apakah kamu suka kalau aku ajarkan kepadamu satu surat yang tidak pernah diturunkan di dalam Taurat ataupun di dalam Injil dan tidak pula dalam Zabur, serta tidak pula di dalam al-Furqan (Al-Qur’an) yang seperti dia?”

Ubay berkata,

“Ya, wahai Rasulullah.”

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,

“Apa yang kamu baca di dalam shalat?”

Ubay pun membaca Ummul Qur’an. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,

“Demi Dzat yang jiwa ku berada di TanganNya, Allah tidak menurunkan di dalam Taurat, ataupun Injil dan tidak pula Zabur, dan bahkan di dalam al-Furqan yang serupa dengannya. Sesungguhnya, ia adalah tujuh dari al-Matsani dan Al-Qur’an yang agung yang dikaruniakan kepadaku.”

ramadhan, ibadah, Tarawih, Ayat Terakhir Al-Qur’an, Dajjal, Doa Nabi,Dakwah Nabi, Abu Bakar, budaya, islam, Sejarah Surat Al-Fatihah
Foto: Umar Faqih | Islampos

Abu Said al-Mualla juga berkisah tentang dirinya, saat dia berada di suatu masjid, saat akan keluar dari masjid diajarkan surat Al-Fatihah.

Anas bin Malik juga berkisah saat Rasulullah ﷺ dalam perjalanan, saat beristirahat ada seseorang laki-laki yang mendekat dan turun di samping Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ mengajarkan surat Al-Fatihah.

Salah satu kisah paling masyhur mengenai kekuatan Al-Fatihah terjadi pada masa Rasulullah ﷺ., yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri. Kisah ini menunjukkan bahwa Al-Fatihah bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga “obat” bagi mereka yang yakin.

BACA JUGA:  Baca Al-Fatihah Langsung “Alhamdulillah” dalam Shalat, Apa Hukumnya?

​Pada suatu perjalanan, sekelompok sahabat singgah di sebuah kampung Arab. Tak lama kemudian, pemimpin kampung tersebut tersengat kalajengking. Penduduk kampung meminta bantuan kepada para sahabat, “Adakah di antara kalian yang bisa meruqyah (mengobati dengan bacaan)?”

​Salah satu sahabat menyanggupi. Sahabat tersebut kemudian membacakan surat Al-Fatihah berkali-kali di atas bagian tubuh yang tersengat. Atas izin Allah, pemimpin tersebut sembuh seketika seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya.

​Ketika mereka kembali kepada Rasulullah ﷺ., beliau bertanya bagaimana mereka tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah. Rasulullah ﷺ. pun bersabda:

​”Apa yang membuatmu tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah (penyembuh)?” (HR. Bukhari dan Muslim). []

Sumber:
Nashiruddin al-Bani, Shahih At-Targhib wa At-Targhib, Darul Haq, 2006

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *