SHALAT dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Ibadah ini dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu setelah matahari terbit dan meninggi hingga menjelang masuk waktu Zuhur. Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk menjaga amalan ini karena di dalamnya terdapat pahala yang besar dan berbagai keberkahan.
Namun, masih banyak orang yang ragu untuk mengerjakan shalat dhuha karena merasa harus melaksanakan empat, delapan, atau bahkan dua belas rakaat. Akibatnya, sebagian memilih tidak mengerjakannya sama sekali karena menganggap dua rakaat belum cukup. Lantas, apakah shalat dhuha boleh dilakukan hanya dua rakaat?
BACA JUGA: Shalat Rawatib Dhuhur Ternyata Total 8 Rakaat?
Shalat Dhuha Dua Rakaat Tetap Sah
Jawabannya adalah boleh. Shalat dhuha sebanyak dua rakaat tetap sah dan telah sesuai dengan tuntunan syariat. Bahkan, dua rakaat merupakan jumlah minimal yang dianjurkan dalam pelaksanaan shalat dhuha.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Pada setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian wajib disedekahi. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada yang makruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim no. 720)
Hadis ini menunjukkan bahwa dua rakaat shalat dhuha sudah memiliki keutamaan yang sangat besar. Dengan dua rakaat tersebut, seorang muslim telah mendapatkan pahala yang menjadi pengganti sedekah bagi seluruh persendian tubuhnya.
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha?
Para ulama menjelaskan bahwa jumlah minimal shalat dhuha adalah dua rakaat. Adapun jumlah maksimalnya diperselisihkan.
Sebagian ulama berpendapat maksimal delapan rakaat berdasarkan praktik Rasulullah ﷺ ketika Fathu Makkah. Sementara ulama lain berpendapat tidak ada batas maksimal selama dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dan tetap berada pada waktu dhuha.
Karena itu, seseorang dapat memilih sesuai kemampuan dan waktu yang dimilikinya. Beberapa pilihan jumlah rakaat yang umum dikerjakan adalah:
-2 rakaat.
-4 rakaat.
-6 rakaat.
-8 rakaat.
Jika memiliki waktu luang dan kondisi yang memungkinkan, seseorang boleh menambah jumlah rakaat. Namun, jika hanya mampu dua rakaat, maka itu sudah termasuk shalat dhuha yang sah dan berpahala.
Jangan Menunda Karena Ingin Banyak Rakaat
Salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah menunggu waktu yang lebih longgar agar bisa mengerjakan delapan rakaat. Akibatnya, shalat dhuha justru sering terlewat.
Padahal, menjaga amalan sedikit tetapi dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi jarang dilakukan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Karena itu, jika setiap hari hanya mampu mengerjakan dua rakaat, tetaplah menjaga kebiasaan tersebut. Konsistensi dalam beribadah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Dhuha
Shalat dhuha dimulai setelah matahari terbit sekitar 15–20 menit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas dan telah meninggi.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya matahari.” (HR. Muslim no. 748)
Hadis ini menunjukkan bahwa waktu yang paling utama berada di pertengahan waktu dhuha. Meski demikian, jika kondisi tidak memungkinkan, shalat dhuha tetap boleh dikerjakan di awal waktu dhuha selama masih berada dalam rentang waktunya.
Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Selain menjadi pengganti sedekah bagi seluruh persendian, shalat ini juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan dan kesempatan hidup.
Banyak kaum muslimin juga mengaitkan shalat dhuha dengan kemudahan rezeki. Walaupun tidak ada hadis sahih yang secara khusus menyatakan bahwa shalat dhuha pasti membuat seseorang menjadi kaya, ibadah ini termasuk amal saleh yang dapat menjadi sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah.
Karena itu, hendaknya shalat dhuha dilakukan dengan niat mencari ridha Allah, bukan semata-mata karena menginginkan keuntungan dunia.
BACA JUGA: Jaminan-Jaminan Allah kepada Ahli Shalat Dhuha, Apa Saja?
Shalat dhuha boleh dikerjakan hanya dua rakaat, bahkan itulah jumlah minimal yang diajarkan dalam sunnah. Dua rakaat tersebut sudah sah dan memiliki keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ.
Bagi seorang muslim, yang paling penting bukanlah memperbanyak jumlah rakaat, melainkan menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beribadah. Jika suatu hari memiliki kesempatan untuk menambah rakaat, tentu hal itu baik. Namun, apabila hanya mampu dua rakaat, jangan merasa ragu atau minder. Teruslah menjaga kebiasaan shalat dhuha setiap hari sebagai bentuk syukur dan pendekatan diri kepada Allah SWT.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

