SETELAH buang air, kita tentu perlu membersihkan najis sebelum beribadah.
Biasanya orang menggunakan air.
Namun, bagaimana kalau sedang bepergian dan hanya tersedia tisu?
Apakah tisu saja sudah cukup untuk bersuci?
Jawabannya: boleh, selama memenuhi ketentuan istinja dengan benar.
1. Islam Tidak Hanya Mengenal Air
Membersihkan najis setelah buang air disebut istinja jika menggunakan air, sedangkan membersihkannya dengan benda padat yang suci disebut istijmar.
Dalil tentang penggunaan benda selain air terdapat dalam hadis Salman radhiyallahu anhu. Para sahabat pernah ditanya tentang Nabi Muhammad ﷺ dan cara beliau membersihkan diri setelah buang air.
Salman menjawab bahwa Nabi melarang seseorang beristinja dengan tangan kanan dan melarang menggunakan kurang dari tiga batu. (HR. Muslim)
BACA JUGA: Bolehkah Menikah dengan Orang yang Pernah Berzina?
Hadis tersebut menunjukkan bahwa membersihkan najis tidak selalu harus menggunakan air.
Pada zaman Nabi, yang digunakan adalah batu atau benda sejenis. Dalam konteks sekarang, tisu dapat menggantikan fungsi tersebut karena termasuk benda yang dapat digunakan untuk membersihkan najis.
2. Tisunya Harus Suci dan Bisa Membersihkan
Tidak semua benda otomatis boleh digunakan.
Tisu yang digunakan harus bersih dan bukan benda yang diharamkan atau memiliki kehormatan tertentu.
Yang paling penting, tisu tersebut mampu menghilangkan bekas najis.
Jadi, jangan sekadar menyentuhkan tisu sekali lalu menganggap sudah selesai.
Bersihkan sampai tempat keluarnya najis tidak lagi menyisakan kotoran yang dapat dibersihkan dengan cara tersebut.
3. Minimal Tiga Kali Usapan
Dalam pembahasan istijmar, terdapat ketentuan menggunakan sekurang-kurangnya tiga usapan dengan benda pembersih.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Barang siapa beristijmar, hendaklah dengan bilangan ganjil.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, tisu bisa digunakan beberapa kali sampai bersih.
Misalnya tiga lembar atau tiga kali usapan, kemudian ditambah jika memang belum bersih.
Jadi, angka tiga bukan berarti setelah tiga kali pasti selesai.
Kalau masih ada kotoran, bersihkan lagi sampai bersih.
4. Kapan Harus Menggunakan Air?
Ada kondisi ketika tisu saja tidak cukup.
Misalnya najis menyebar ke area yang cukup luas, keluar dari tempat keluarnya secara berlebihan, atau kondisi tersebut membuat pembersihan dengan tisu saja tidak memadai.
Dalam keadaan seperti ini, air lebih tepat digunakan untuk membersihkan najis.
Begitu pula jika seseorang merasa belum benar-benar bersih setelah menggunakan tisu.
Air bisa digunakan untuk menyempurnakan kebersihan.
5. Tisu dan Air Juga Boleh Digabungkan
Tidak harus memilih salah satu.
Justru dalam praktik sehari-hari, seseorang bisa menggunakan tisu terlebih dahulu kemudian air.
Tisu membantu membersihkan kotoran sehingga penggunaan air menjadi lebih mudah dan hemat.
Setelah itu, air digunakan untuk memastikan area tersebut benar-benar bersih.
Ini juga sering menjadi pilihan yang praktis ketika menggunakan toilet modern.
6. Bagaimana Jika Hanya Ada Tisu?
Kalau sedang bepergian dan tidak menemukan air, jangan langsung panik.
Gunakan tisu yang bersih dan cukup kuat untuk membersihkan najis.
Pastikan najis sudah dibersihkan dengan baik dan tidak menyebar ke bagian lain.
Setelah itu, seseorang dapat melaksanakan ibadah selama syarat-syarat bersuci lainnya juga terpenuhi.
Namun, jika kemudian tersedia air dan memang diperlukan untuk menyempurnakan kebersihan, gunakanlah air.
BACA JUGA: Apa Penyebab BAB Berdarah di Usia 30 Tahun?
7. Jadi, Sahkah Bersuci Hanya dengan Tisu?
Boleh, selama tisu tersebut digunakan untuk istijmar dan najis dapat dibersihkan dengan baik.
Islam memberikan kemudahan dalam perkara bersuci.
Tidak setiap keadaan mengharuskan seseorang menggunakan air jika memang tersedia cara lain yang dibenarkan syariat.
Tetapi jangan pula menjadikan kemudahan sebagai alasan untuk bersuci secara asal-asalan.
Bersihkan dengan benar, pastikan najisnya hilang, dan gunakan air ketika memang diperlukan.
Jadi kalau sedang bepergian lalu masuk toilet dan ternyata tidak ada air, tetapi tersedia tisu yang layak digunakan, tidak perlu bingung. Tisu dapat digunakan untuk bersuci sesuai ketentuannya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

