Shalat Isya, Paling Telat Jam Berapa?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos

SHALAT Isya sering menjadi shalat yang paling mudah ditunda. Alasannya macam-macam: masih bekerja, sedang perjalanan, mengurus keluarga, menonton, bermain ponsel, atau sekadar merasa waktunya masih panjang.

Padahal, waktu shalat Isya memiliki batas. Jadi, jangan sampai karena merasa “masih malam”, kita kemudian menundanya tanpa alasan sampai waktunya habis.

Kapan Waktu Shalat Isya Dimulai?

Waktu Isya dimulai setelah berakhirnya waktu Magrib, yaitu ketika hilangnya cahaya merah di ufuk barat atau syafaq.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Waktu shalat Isya adalah sampai pertengahan malam.” (HR. Muslim).

Karena itu, waktu Isya tidak ditentukan dengan satu angka yang berlaku untuk semua daerah. Waktu masuk dan berakhirnya dipengaruhi oleh lokasi dan tanggal.

Jadi, Apakah Isya Harus Selesai Sebelum Jam 12 Malam?

Tidak selalu.

Yang perlu dipahami adalah istilah “pertengahan malam” dalam hadis bukan otomatis pukul 00.00.

Pertengahan malam dihitung dari waktu Magrib sampai waktu Fajar/Subuh, kemudian diambil titik tengahnya.

BACA JUGA: Batas Akhir Shalat Shubuh, Jam Berapa Sih Tepatnya?

Misalnya:

Magrib pukul 18.00
Subuh pukul 04.30

Jaraknya adalah 10 jam 30 menit. Setengahnya adalah 5 jam 15 menit.

Berarti pertengahan malam jatuh sekitar pukul 23.15.

Jadi, “tengah malam” dalam pembahasan fikih bisa berbeda setiap hari dan setiap daerah.

Lalu, Bagaimana dengan Setelah Pertengahan Malam?

Di sinilah terdapat pembahasan ulama.

Ada hadis yang menunjukkan bahwa waktu pilihan (ikhtiyari) shalat Isya berakhir pada pertengahan malam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya tidak ada kelalaian dalam tidur, kelalaian itu hanya bagi orang yang belum mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya.” (HR. Muslim).

Para ulama juga membahas adanya perbedaan antara waktu ikhtiyari dan waktu darurat dalam masalah shalat Isya.

Karena itu, jangan menjadikan perbedaan pendapat tersebut sebagai alasan untuk sengaja menunda Isya hingga larut malam.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Rasulullah ﷺ Justru Menganjurkan Tidak Terlalu Cepat

Menariknya, Rasulullah ﷺ tidak selalu langsung melaksanakan Isya pada awal waktunya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat Isya hingga sepertiga atau setengah malam.” (HR. Tirmidzi).

Ini menunjukkan bahwa mengakhirkan Isya memiliki keutamaan dalam kondisi tertentu, selama tidak menyulitkan dan tidak menyebabkan seseorang keluar dari waktunya.

Jadi, mengakhirkan Isya tidak otomatis salah.

Yang menjadi masalah adalah sengaja menunda sampai melewati batas waktu tanpa alasan yang dibenarkan.

Kalau Ketiduran Sampai Lewat Tengah Malam?

Kalau seseorang tertidur dan tidak sengaja melewatkan shalat, kemudian terbangun setelah waktunya berlalu, ia tetap wajib mengerjakannya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa lupa mengerjakan suatu shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya adalah mengerjakannya ketika ia mengingatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tetapi tentu berbeda antara ketiduran tanpa sengaja dengan sengaja menunda-nunda sampai akhirnya tertidur.

Karena itu, kalau sudah mengetahui diri sendiri mudah mengantuk, lebih aman melaksanakan Isya sebelum tidur.

BACA JUGA: Wajib Gak Sih Laki-Laki Shalat Berjamaah di Masjid?

Jangan Jadikan Tengah Malam sebagai Target

Kalau masih bisa mengerjakan Isya lebih awal, mengapa harus menunggu?

Apalagi bagi orang yang harus bangun untuk shalat Subuh. Menunda Isya hingga larut malam bisa membuat tubuh semakin lelah dan meningkatkan risiko akhirnya tertidur sebelum melaksanakan shalat.

Islam memang memberikan kelonggaran, tetapi kelonggaran bukan berarti kita dianjurkan mencari batas paling akhir.

Kesimpulan

Waktu shalat Isya dimulai setelah hilangnya cahaya merah di ufuk barat dan waktu ikhtiyarinya sampai pertengahan malam. Pertengahan malam bukan selalu pukul 00.00, tetapi dihitung dari waktu Magrib sampai waktu Subuh.

Karena itu, jangan menggunakan patokan sederhana seperti “Isya masih boleh sampai jam 12 malam” untuk semua keadaan dan semua daerah.

Kalau memungkinkan, kerjakan shalat Isya sebelum pertengahan malam. Jangan menunggu sampai batas akhir hanya karena merasa masih ada waktu.

Sebab dalam urusan shalat, yang paling aman bukan mencari “paling telat jam berapa?”, tetapi berusaha menjadi orang yang tidak menunda-nunda shalat ketika sudah masuk waktunya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *