Pemuda Sering Istimna’ (Masturbasi), Apa yang Harus Dilakukan?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

PERTANYAAN: Seorang pemuda terbiasa melakukan istimna’ (masturbasi), ingin sekali berhenti, apa yang harus dilakukan?

JAWABAN: Istimna’ yang dimaksud di sini adalah mengeluarkan syahwat dengan tangan sendiri. Dalam pembahasan fikih, para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Namun jumhur ulama menegaskan bahwa menjaga kehormatan diri dan menutup jalan menuju zina adalah tujuan utama syariat. Karena itu, seorang pemuda perlu melihat persoalan ini bukan sekadar boleh atau tidak, tetapi bagaimana menjaga kesucian hati dan amal.

Mengapa banyak pemuda terjerumus dalam kebiasaan ini?

Sebabnya beragam. Dorongan biologis di usia muda sangat kuat. Ditambah lingkungan yang penuh rangsangan, mudahnya akses tontonan haram, serta lemahnya pengawasan diri. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa pandangan adalah pintu hati; jika pintu itu dibiarkan terbuka, maka syahwat akan menguasai.

BACA JUGA:  Bagaimana Cara Menebus Dosa karena Tinggalkan Shalat Jumat?

Apakah Islam hanya melarang tanpa memberi solusi?

Tidak. Islam selalu datang dengan solusi. Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan jalan keluar yang realistis dan mendidik.

Jika belum mampu menikah, apa langkah praktis yang harus dilakukan?

Pertama, perbanyak puasa sunnah. Puasa melemahkan syahwat dan melatih pengendalian diri. Kedua, jaga pandangan dengan tegas. Jangan remehkan satu pandangan haram. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah iblis.” Ketiga, sibukkan diri dengan amal yang bermanfaat: olahraga, belajar, bekerja, dan ibadah.

Bagaimana dengan kebiasaan menyendiri yang sering memicu istimta’?

Ini perlu dikoreksi. Kesendirian yang tidak terarah sering menjadi ladang godaan. Ulama salaf menganjurkan untuk memilih teman shalih dan berada di lingkungan yang mengingatkan kepada Allah. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Janganlah engkau menyendiri, karena serigala hanya memangsa kambing yang terpisah.”

BACA JUGA:  Suami Masturbasi dengan Tangan Sang Isteri, Apakah Dia Wajib Mandi Juga?

Jika sudah terlanjur sering melakukannya, apakah masih ada harapan?

Selalu ada harapan. Pintu taubat terbuka lebar. Yang dibutuhkan adalah kejujuran pada diri sendiri dan tekad untuk berubah. Taubat bukan hanya meninggalkan perbuatan, tetapi juga menutup jalan-jalan yang mengantarkannya. Perbanyak istighfar, shalat malam, dan doa agar Allah membersihkan hati.

Apa nasihat terakhir untuk pemuda yang sedang berjuang?

Jangan putus asa dan jangan berdamai dengan dosa. Ingat, kemuliaan seorang pemuda terletak pada kemampuannya menahan diri saat mampu berbuat maksiat. Ibn Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah seorang hamba menahan syahwatnya karena Allah, kecuali Allah akan menggantinya dengan kelezatan iman.” Berjuanglah, meski perlahan. Allah melihat usaha, bukan hanya hasil. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *