Yang Tidak Boleh Dilakukan oleh Suami ketika Jima dengan Istri, Wajib Diketahui

3 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Islam, jima’ (hubungan intim) antara suami dan istri bukan sekadar pemenuhan biologis. Ia adalah ibadah. Bernilai pahala. Menjadi ladang kasih sayang dan ketenangan. Karena itu, ada adab dan batasan yang wajib dijaga, terutama oleh suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga.

Sayangnya, banyak suami yang belum mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat jima’, padahal dampaknya bisa merusak keharmonisan, melukai perasaan istri, bahkan mengurangi keberkahan pernikahan.

Berikut poin-poin penting yang wajib diketahui.

1. Memaksa Istri dalam Keadaan Tidak Siap

Suami haram memaksa istri berjima’ ketika istri sedang sakit, kelelahan berat, atau kondisi psikologisnya terganggu.

Rasulullah ﷺ adalah manusia paling lembut kepada istrinya. Beliau tidak menjadikan jima’ sebagai alat penindasan, tapi sebagai bentuk cinta.

Ulama salaf mengingatkan,
“Istri adalah amanah, bukan barang milik yang boleh dipaksa.”

Jima’ tanpa kerelaan hanya melahirkan luka, bukan sakinah.

BACA JUGA: Suami di Atas 50 Tahun, Masih Ada Hasrat Jima pada Istri?

2. Bersikap Kasar dan Tidak Beradab

Kekerasan fisik, ucapan kasar, atau perlakuan seperti objek adalah dosa besar dalam akhlak, meskipun dilakukan di ruang tertutup.

Imam Al-Ghazali رحمه الله menasihatkan,
“Hendaklah suami mendahului jima’ dengan kelembutan dan kata-kata yang menenangkan hati istri.”

Islam tidak mengenal jima’ yang dingin dan kejam.

3. Mengabaikan Kepuasan dan Perasaan Istri

Salah satu kesalahan besar suami adalah egois, hanya mengejar kepuasan sendiri lalu pergi tanpa memperhatikan kondisi istri.

Para ulama salaf menyebutkan bahwa suami dianjurkan tidak tergesa-gesa dan memastikan istrinya juga merasakan kenikmatan.

Jima’ yang baik adalah yang membuat keduanya tenang, bukan salah satunya kecewa.

https://s.shopee.co.id/AUnqOacF0x

4. Membuka atau Menceritakan Rahasia Ranjang

Ini termasuk dosa besar.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah yang membuka rahasia hubungan suami istri kepada orang lain.

Apa yang terjadi di balik pintu tertutup adalah amanah.
Bukan bahan cerita.
Bukan bahan candaan.

5. Melakukan Jima’ di Waktu yang Diharamkan

Suami haram menggauli istri ketika:

  • Istri sedang haid atau nifas
  • Istri sedang puasa wajib di siang hari Ramadhan

Melanggar batas ini bukan hanya dosa, tetapi juga menunjukkan rendahnya ilmu dan kontrol diri.

6. Tidak Membaca Doa sebelum Jima’

Mengabaikan doa adalah kehilangan keberkahan.

Doa sebelum jima’ berfungsi:

  • Melindungi dari gangguan setan
  • Menjaga niat agar tetap ibadah
  • Menghadirkan ketenangan hati

Ulama salaf mengingatkan, jima’ tanpa doa adalah jima’ yang miskin adab.

BACA JUGA:  5 Kalimat yang Ga Boleh Diucapkan Istri pada Suami ketika Jima

Penutup

Wahai para suami,
Jima’ bukan sekadar hak.
Ia adalah tanggung jawab.
Ia adalah cermin akhlakmu kepada istrimu.

Jika dilakukan dengan adab, ia menjadi ibadah.
Jika dilakukan dengan ego, ia menjadi sumber kehancuran.

Belajarlah.
Perbaiki niat.
Lembutkan sikap.

Karena rumah tangga yang hangat, sering kali ditentukan oleh apa yang terjadi…
di balik pintu tertutup. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *