Puasa Ramadhan: Meninggalkan Nafsu Demi Allah

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Freepik

DALAM riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah ﷺ menjelaskan hakikat puasa sebagai ibadah yang sarat dengan pengorbanan batin. Tentang seorang hamba yang berpuasa, beliau menyampaikan firman Allah:

“Ia meninggalkan makan demi Aku. Ia meninggalkan minum demi Aku. Ia meninggalkan kenikmatan demi Aku. Ia meninggalkan istrinya demi Aku.”

Pengulangan frasa “demi Aku” menegaskan inti puasa: bukan sekadar menahan diri, melainkan meninggalkan dorongan paling mendasar karena ketaatan kepada Allah. Lapar, dahaga, dan hasrat adalah kebutuhan alami manusia, namun dalam puasa semuanya ditundukkan demi ridha-Nya.

Makna keikhlasan dan keistimewaan puasa ini kemudian dipertegas oleh Sufyan bin Uyainah. Ia menggambarkan keadaan seorang hamba pada Hari Kiamat:

“Pada Hari Kiamat, Allah menghisab hamba-Nya. Kezaliman yang pernah ia lakukan di dunia dibayar dari seluruh amalnya. Hingga ketika yang tersisa hanya puasa, Allah menanggung kezaliman yang masih ada dan memasukkannya ke dalam surga.”

https://s.shopee.co.id/9UvZZtsPsK

Penjelasan ini menunjukkan betapa agung kedudukan puasa. Ia menjadi amal yang begitu istimewa hingga, ketika amal lain habis untuk menebus kesalahan, puasa tetap tersimpan sebagai cadangan rahmat.

Dengan demikian, puasa Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual tahunan. Ia adalah latihan meninggalkan nafsu demi Allah—dan pada saat yang sama, menjadi simpanan pahala yang bisa menyelamatkan seorang hamba ketika seluruh amal lainnya telah terhitung dan terambil. []

Sumber: Al-Bani, Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Darul Haq, 2008

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *