Puasa Ramadhan: Berjihad pada Diri Sendiri

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

PUASA merupakan tarbiyah bagi iradah (kemauan), jihad bagi jiwa, serta latihan kesabaran. Ia juga menjadi bentuk perlawanan terhadap kebiasaan-kebiasaan yang telah lama melekat dan mentradisi dalam diri.

Bukankah setiap manusia pasti memiliki kemauan? Dan bukankah setiap kebaikan selalu menuntut adanya kemauan? Tidak ada agama tanpa kesabaran: sabar dalam ketaatan dan sabar dalam meninggalkan maksiat. Puasa menghimpun kedua jenis kesabaran itu sekaligus.

Dalam hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa adalah bulan kesabaran, dan puasa tiga hari pada setiap bulan dapat menghilangkan kedengkian dari dalam dada.”

Dengan demikian, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pembinaan jiwa yang meneguhkan kemauan, menguatkan kesabaran, dan membersihkan hati. []

Sumber: Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh Puasa, Era Intermedia, 2010

https://s.shopee.co.id/14Qk9mkxt

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *