DALAM kitab Amalul Kubro karya Abdurrahman Asy-Syafi’i, dikisahkan dialog antara Nabi Musa dan Allah.
Nabi Musa bertanya, “Ya Rabb, Engkau telah memuliakanku dengan menjadikanku hamba yang dapat berbicara langsung dengan-Mu. Apakah Engkau juga memberikan karunia seperti ini kepada selain diriku?”
Allah berfirman, “Wahai Musa, Aku memiliki hamba-hamba yang akan Ku hadirkan di akhir zaman. Aku mengaruniakan kepada mereka bulan Ramadhan. Pada bulan itu, Aku menjadi lebih dekat kepada salah seorang dari mereka melebihi kedekatan-Ku kepadamu.”
Allah melanjutkan, “Aku membuka hijab antara diri-Ku dengan mereka ketika mereka berbuka.”
Kemudian Allah berfirman, “Wahai Musa, berbahagialah orang yang hatinya dahaga dan perutnya lapar di bulan Ramadhan.”
Kisah ini menggambarkan kemuliaan Ramadhan sebagai momentum kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya—kedekatan yang lahir dari lapar, dahaga, dan hati yang sepenuhnya berharap kepada-Nya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

