BANYAK orang mendambakan ibadah di Tanah Suci, terutama saat bulan Ramadhan. Namun, kita harus berhati-hati terhadap informasi yang beredar. Beberapa hadits mengenai keutamaan Ramadhan di Makkah dan Madinah ternyata memiliki status yang sangat lemah, bahkan palsu.
Hadits Keutamaan Ramadhan di Madinah
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa puasa Ramadhan di Madinah setara dengan 1.000 bulan di tempat lain. Riwayat ini juga mengeklaim shalat Jumat di sana setara dengan 1.000 kali shalat lainnya. Imam Baihaqi mencantumkan ini dalam kitab Syu’ab Al-Iman.
BACA JUGA: Kekuatan Raksasa yang Hancur di Ramadhan
Ibnu Majah (3117) telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
(مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ بِمَكَّةَ، فَصَامَهُ، وَقَامَ مِنْهُ مَا تَيَسَّرَ لَهُ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ مِائَةَ أَلْفِ شَهْرِ رَمَضَانَ، فِيمَا سِوَاهَا، وَكَتَبَ اللَّهُ لَهُ، بِكُلِّ يَوْمٍ عِتْقَ رَقَبَةٍ، وَكُلِّ لَيْلَةٍ عِتْقَ رَقَبَةٍ، وَكُلِّ يَوْمٍ حُمْلَانَ فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَفِي كُلِّ يَوْمٍ حَسَنَةً، وَفِي كُلِّ لَيْلَةٍ حَسَنَةً(
“Barang siapa yang mendapati Ramadhan di Makkah lalu ia berpuasa dan melaksanakan shalat malam yang mampu dilakukannya, maka Allah akan menetapkan baginya 100.000 bulan Ramadhan di luar Makkah, dan Allah juga menetapkan baginya memerdekakan budak pada setiap harinya dan pada setiap malamnya, dan pada setiap harinya bekal kuda perang di jalan Allah, serta menetapkan kebaikan pada setiap hari dan pada setiap malamnya”.
Namun, para ulama memberikan catatan kritis. Imam Baihaqi sendiri menegaskan bahwa sanad hadits ini sangat lemah. Imam Adz-Dzahabi bahkan menyebut riwayat ini batil dan memiliki sanad yang gelap.
Ketidakvalidan ini disebabkan oleh para perawinya. Nama-nama seperti Qasim bin Abdullah dan Katsir bin Abdullah muncul dalam jalur periwayatan. Imam Ahmad dan Ibnu Ma’in menyebut Qasim sebagai pendusta. Sementara itu, Imam Syafi’i menjuluki Katsir sebagai salah satu “pilar dusta”.
Riwayat tentang Ramadhan di Makkah
Ada juga hadits yang lebih fantastis mengenai kota Makkah. Riwayat tersebut menyatakan bahwa puasa dan shalat malam di Makkah setara dengan 100.000 bulan Ramadhan. Hadits ini juga menjanjikan pahala memerdekakan budak dan sedekah kuda perang setiap harinya.
Ibnu Majah memang meriwayatkan teks ini. Akan tetapi, Syeikh Al-Albani memberikan penilaian tegas dalam Dha’if Ibnu Majah. Beliau mengategorikan hadits ini sebagai maudhu’ atau palsu.
Pentingnya Verifikasi Ibadah
BACA JUGA: 10 Orang Terbaik di Bulan Ramadhan, Siapa Saja Mereka?
Keinginan untuk meraih pahala besar adalah hal yang mulia. Makkah dan Madinah memang kota yang penuh berkah. Namun, kita tidak boleh menyandarkan motivasi ibadah pada riwayat yang tidak sahih.
Ciri-ciri hadits yang bermasalah sering kali menunjukkan angka pahala yang sangat berlebihan. Para ahli hadits telah bekerja keras menyaring mana perkataan Rasulullah yang asli dan mana yang buatan manusia.
Sebagai Muslim yang bijak, kita perlu memeriksa sumber setiap informasi agama. Beribadahlah berdasarkan dalil yang kuat dan jelas. Kejujuran dalam beragama lebih utama daripada mengejar keutamaan yang tidak berdasar. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

