Puasa Itu Terapeutik. Apa Sih Maksudnya

4 Min Read
Foto: Freepik

PUASA memiliki potensi terapeutik dalam membantu menurunkan tekanan darah melalui berbagai mekanisme fisiologis yang telah banyak dikaji secara ilmiah. Hipertensi merupakan kondisi kronis yang berkaitan erat dengan gangguan metabolisme, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, serta ketidakseimbangan hormon pengatur tekanan darah.

Ketika seseorang berpuasa, tubuh mengalami adaptasi metabolik yang memengaruhi sistem kardiovaskular secara signifikan dan berkontribusi pada perbaikan tekanan darah.

Adaptasi Metabolik Saat Puasa

Secara metabolik, puasa menyebabkan penurunan asupan natrium dan kalori sehingga terjadi pengurangan volume cairan intravaskular. Hal ini berhubungan langsung dengan penurunan curah jantung (cardiac output) dan resistensi perifer total. Penurunan volume plasma ini membantu mengurangi tekanan pada dinding arteri, sehingga tekanan darah sistolik dan diastolik dapat menurun secara bertahap.

Selain itu, puasa mendorong penggunaan cadangan lemak melalui proses lipolisis dan ketogenesis, yang berdampak pada penurunan berat badan. Penurunan massa lemak viseral terbukti berkorelasi dengan perbaikan tekanan darah melalui penurunan resistensi insulin dan peradangan sistemik.

Pengaruh Puasa terhadap Sistem Hormon

Dari sudut pandang hormonal, puasa memengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Selama puasa, terjadi penurunan sekresi insulin dan aldosteron, sehingga reabsorpsi natrium di ginjal berkurang.

Akibatnya, ekskresi natrium dan air meningkat melalui urin, yang secara fisiologis menurunkan tekanan darah. Selain itu, kadar hormon kortisol dan adrenalin yang berhubungan dengan stres dapat menjadi lebih stabil ketika puasa dilakukan dengan pola tidur dan hidrasi yang baik, sehingga aktivitas vasokonstriksi pembuluh darah berkurang.

Puasa dan Kesehatan Endotel Pembuluh Darah

Puasa juga berdampak pada fungsi endotel pembuluh darah. Endotel yang sehat menghasilkan nitric oxide (NO), yaitu molekul vasodilator yang membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Studi menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan bioavailabilitas nitric oxide, sehingga elastisitas pembuluh darah meningkat. Pembuluh darah yang lebih elastis akan menurunkan resistensi aliran darah dan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

https://s.shopee.co.id/14Qk9mkxt

Peran Puasa dalam Mengurangi Peradangan

Dari aspek inflamasi, hipertensi sering dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah. Puasa terbukti menurunkan kadar sitokin proinflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α).

Penurunan mediator inflamasi ini berkontribusi pada perbaikan fungsi vaskular dan mengurangi kekakuan arteri. Dengan demikian, puasa tidak hanya bekerja pada faktor hemodinamik, tetapi juga pada faktor molekuler yang mendasari terjadinya hipertensi.

Pengaruh Puasa terhadap Sistem Saraf Otonom

Selain efek fisiologis, puasa juga memberikan dampak positif terhadap sistem saraf otonom. Aktivitas saraf simpatis yang berlebihan merupakan salah satu penyebab peningkatan tekanan darah.

Puasa cenderung meningkatkan dominasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam relaksasi dan penurunan denyut jantung. Keadaan ini menurunkan tekanan pada sistem kardiovaskular dan membantu menjaga kestabilan tekanan darah.

BACA JUGA: Bekam saat Puasa, Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

Puasa sebagai Pendekatan Nonfarmakologis

Secara keseluruhan, daya sembuh puasa dalam menurunkan tekanan darah dapat dijelaskan melalui mekanisme ilmiah yang melibatkan penurunan volume cairan tubuh, modulasi hormon RAAS, peningkatan fungsi endotel, pengurangan peradangan, serta regulasi sistem saraf otonom.

Jika dilakukan dengan pola makan seimbang saat berbuka dan sahur, puasa dapat menjadi pendekatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu pengendalian hipertensi. Dengan demikian, puasa bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga memiliki nilai terapeutik yang signifikan bagi kesehatan kardiovaskular manusia. []

Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.

Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *