“Jangan iri sama orang lain! Jika dia berlebih, kamu tidak tahu apa yang sudah diambil darinya. Dan jika saat ini kamu tengah sulit, kamu tidak tahu apa yang diberikan-Nya padamu.”
Kalimat ini sederhana, namun dalam maknanya dalam. Iri sering lahir dari pandangan yang sempit. Kita melihat apa yang tampak, tetapi tidak pernah tahu apa yang tersembunyi. Seseorang terlihat hidup dalam kelapangan, harta cukup, keluarga lengkap. Namun bisa jadi, di balik itu ada kegelisahan, kehilangan, atau ujian yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Sebaliknya, ketika kita berada dalam kesempitan, kita merasa tertinggal. Kita merasa Allah tidak memberi. Padahal, bisa jadi Allah sedang menjaga kita dari sesuatu yang lebih buruk, atau sedang mempersiapkan pemberian yang lebih besar, yang belum saatnya datang.
Para ulama salaf telah lama mengingatkan tentang bahaya iri hati. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata, “Tidaklah seseorang dengki kepada orang lain kecuali ia telah memprotes pembagian Allah.” Ini menunjukkan bahwa iri bukan sekadar perasaan, tetapi bisa menyeret hati pada ketidakridhaan terhadap takdir.
Ibnul Qayyim رحمه الله juga menjelaskan bahwa dunia bukan ukuran kemuliaan. Allah memberi dunia kepada yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, tetapi iman dan ketenangan hati hanya diberikan kepada orang yang Dia cintai. Maka, apa yang kita lihat sebagai “kelebihan” belum tentu tanda kebaikan di sisi Allah.
BACA JUGA: Jangan Malu pada 6 Hal Ini dalam Hidupmu!
Karena itu, latihlah hati untuk ridha. Fokus pada apa yang ada di tangan, bukan pada milik orang lain. Syukuri yang kecil, karena dari sanalah ketenangan tumbuh. Dan yakinlah, setiap takdir membawa kebaikan, meskipun kita belum memahaminya hari ini.
Berhenti membandingkan. Mulailah memperbaiki diri. Itu jauh lebih menenangkan. []
___________
Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.
___________
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

