SHALAT adalah ibadah yang agung, tiang agama, dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Namun, tidak semua shalat otomatis bernilai pahala sempurna. Ada hal-hal yang bisa membuat pahala shalat berkurang, bahkan hilang sama sekali, meskipun secara lahiriah shalat itu sah.
Pertama, tidak khusyuk.
Banyak orang shalat, tetapi hatinya sibuk ke mana-mana: memikirkan pekerjaan, urusan dunia, atau bahkan hal sepele. Padahal, khusyuk adalah ruhnya shalat. Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan bahwa seseorang bisa selesai shalat, tetapi hanya mendapatkan sepersepuluh, seperdelapan, atau bahkan lebih sedikit dari pahala shalatnya, tergantung kadar kekhusyukannya.
Kedua, riya (ingin dilihat orang).
Ini penyakit hati yang sangat berbahaya. Seseorang memperindah shalatnya karena dilihat orang lain, bukan karena Allah. Amal seperti ini bisa gugur pahalanya. Shalat yang seharusnya menjadi bentuk keikhlasan, justru berubah menjadi ajang pencitraan.
Ketiga, melakukan dosa tanpa taubat.
Dosa yang terus dilakukan dapat menggerus pahala, termasuk pahala shalat. Dalam beberapa penjelasan ulama, maksiat yang dilakukan tanpa penyesalan bisa menjadi penghalang diterimanya amal. Shalat memang tetap wajib, tetapi pengaruhnya dalam membersihkan jiwa menjadi lemah.
Keempat, tidak menjaga wudhu dan tata cara shalat.
Gerakan yang terburu-buru, tidak tumakninah, atau asal-asalan dalam rukun shalat dapat mengurangi nilai ibadah tersebut. Bahkan, dalam hadits disebutkan bahwa orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya seperti “mencuri” dalam shalatnya.
Kelima, mengganggu orang lain dalam shalat.
Misalnya, berbicara, bermain ponsel, atau membuat kegaduhan di masjid. Perilaku ini tidak hanya mengurangi pahala diri sendiri, tetapi juga bisa berdosa karena mengganggu kekhusyukan orang lain.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Witir hanya 1 Rakaat Saja?
Keenam, tidak mengamalkan setelah shalat.
Shalat seharusnya mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jika seseorang rajin shalat tetapi masih terus melakukan keburukan tanpa usaha berubah, maka ada yang salah dengan kualitas shalatnya.
Intinya, shalat bukan sekadar gerakan dan bacaan. Ia adalah pertemuan dengan Allah yang menuntut keikhlasan, kekhusyukan, dan kesungguhan. Jangan puas hanya dengan “sudah shalat”. Evaluasi kualitasnya. Karena bisa jadi, kita merasa sudah banyak beribadah, tetapi pahala yang tersisa sangat sedikit. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

