Kenapa Banyak Muslim Tak Peduli dengan Riba?

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

RIBA adalah salah satu dosa besar dalam Islam. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan perang terhadap pelaku riba. Dalam Al-Hadits, Rasulullah ﷺ juga melaknat semua pihak yang terlibat dalam riba—baik yang mengambil, memberi, mencatat, maupun yang menjadi saksinya.

Namun yang menjadi pertanyaan besar hari ini adalah: mengapa masih banyak Muslim yang justru terjebak, bahkan terkesan tidak peduli dengan riba?

1. Kurangnya Pemahaman tentang Riba

Banyak orang hanya memahami riba sebagai “bunga bank” secara umum, tanpa benar-benar mengerti bentuk dan bahayanya secara mendalam. Padahal, riba memiliki berbagai jenis dan dampaknya sangat luas—baik secara spiritual maupun sosial.

BACA JUGA” Enggan Beribadah Itu Bentuk Hukuman

Akibatnya, sebagian orang menganggap riba sebagai sesuatu yang biasa, bahkan dianggap bagian dari sistem ekonomi modern yang tak terhindarkan.

2. Sistem Ekonomi yang Sudah Mengakar

Realitanya, kehidupan modern sangat erat dengan sistem keuangan berbasis bunga. Mulai dari pinjaman, kartu kredit, hingga cicilan rumah dan kendaraan, semuanya sering kali mengandung unsur riba.

Kondisi ini membuat banyak orang merasa “tidak punya pilihan”. Mereka akhirnya terbiasa dan menganggap riba sebagai hal yang normal.

3. Gaya Hidup Konsumtif

Keinginan untuk memiliki sesuatu secara instan—rumah mewah, kendaraan baru, atau gaya hidup tinggi—mendorong banyak orang mengambil jalan pintas melalui utang berbunga.

Padahal, sering kali kebutuhan tersebut bukanlah kebutuhan mendesak, melainkan sekadar keinginan yang dipaksakan.

4. Lemahnya Keimanan dan Rasa Takut kepada Allah

Salah satu sebab utama adalah melemahnya kesadaran spiritual. Ancaman riba dalam Islam sangat tegas, namun ketika iman melemah, rasa takut terhadap dosa juga ikut menurun.

Banyak orang lebih takut tidak punya uang daripada takut terjerumus dalam riba.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

5. Lingkungan yang Mendukung

Jika seseorang hidup di lingkungan yang menganggap riba sebagai hal biasa, maka perlahan ia pun akan ikut terbawa arus.

Ketika hampir semua orang di sekitarnya menggunakan sistem riba, maka hal itu terasa wajar, bahkan dianggap “kebutuhan hidup”.

6. Kurangnya Alternatif yang Dipahami

Meskipun sudah ada sistem keuangan syariah, tidak semua orang memahami atau percaya pada sistem tersebut. Ada juga yang merasa prosesnya lebih rumit atau tidak sepraktis sistem konvensional.

Kurangnya edukasi membuat sebagian Muslim tidak mencari solusi yang lebih sesuai dengan syariat.

7. Menunda Taubat

Sebagian orang sebenarnya sadar bahwa riba itu haram, namun mereka menunda untuk meninggalkannya.

Kalimat yang sering muncul:
“Nanti kalau sudah mapan…”
“Nanti kalau sudah tua…”
“Nanti kalau sudah lunas…”

BACA JUGA: Riba, 1 dari 7 Dosa yang Pelakunya Dimasukan ke Neraka

Padahal, tidak ada yang tahu kapan ajal datang.

Fenomena banyaknya Muslim yang tidak peduli terhadap riba bukanlah karena mereka tidak tahu sepenuhnya, tetapi lebih karena kombinasi antara kurangnya pemahaman, tekanan sistem, gaya hidup, dan lemahnya kesadaran spiritual.

Riba bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga masalah iman.

Sudah saatnya kita mulai belajar, memahami, dan berusaha menjauhi riba semampu kita. Karena sekecil apa pun langkah untuk meninggalkan yang haram, itu jauh lebih berharga di sisi Allah daripada terus terjebak dalam kebiasaan yang salah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *