DALAM rumah tangga, hubungan suami istri bukan sekadar kebutuhan biologis. Ia adalah bagian dari ibadah. Ada hak dan kewajiban yang harus dijaga oleh kedua belah pihak.
Kita sering mendengar hadits tentang istri yang menolak ajakan suami. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa istri yang menolak tanpa alasan syar’i bisa mendapat laknat malaikat (HR. Bukhari dan Muslim). Lalu bagaimana jika sebaliknya? Suami yang menolak ajakan istri, apa hukumnya?
Para ulama menjelaskan, suami juga memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan batin istrinya. Ini bukan perkara sepele. Bahkan termasuk bentuk mu’asyarah bil ma’ruf (bergaul dengan baik) yang Allah perintahkan dalam Al-Qur’an:
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri) secara patut…” (QS. An-Nisa: 19)
Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa suami wajib menggauli istrinya sesuai kebutuhan, selama tidak ada uzur. Sebagian ulama bahkan menetapkan minimal dalam jangka waktu tertentu agar hak istri tidak terabaikan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menegaskan bahwa kewajiban suami dalam hubungan suami istri disesuaikan dengan kebutuhan istrinya, selama tidak memberatkan dan tidak membahayakan.
Artinya, jika seorang suami sering menolak ajakan istri tanpa alasan yang dibenarkan, seperti malas, sibuk tanpa alasan penting, atau sengaja mengabaikan, maka ia bisa berdosa. Karena itu termasuk menyia-nyiakan hak istri.
Namun, jika suami menolak karena alasan syar’i atau uzur yang wajar—seperti sakit, kelelahan berat, atau kondisi tertentu—maka tidak berdosa. Islam adalah agama yang adil dan penuh hikmah.
Saudaraku, hubungan suami istri harus dibangun dengan saling memahami. Bukan saling menuntut tanpa empati. Istri punya kebutuhan, suami juga punya keterbatasan.
Maka kuncinya adalah komunikasi yang baik.
Jangan sampai salah satu pihak merasa diabaikan. Karena dari sinilah sering muncul retaknya rumah tangga, bahkan bisa membuka pintu fitnah.
BACA JUGA: Apakah Seorang Suami Dianjurkan Menggauli (Jima’) Istrinya pada Malam Jumat?
Sebagian ulama salaf berkata, “Termasuk kesempurnaan akhlak seorang laki-laki adalah menjaga kehormatan istrinya.”
Ini menunjukkan bahwa memenuhi kebutuhan batin pasangan bukan hanya soal fisik, tapi juga menjaga hati dan kehormatan.
Saudaraku, rumah tangga yang sakinah dibangun dari hal-hal kecil yang dijaga dengan serius.
Saling mengerti.
Saling memenuhi hak.
Saling menjaga perasaan.
Semoga Allah memberkahi rumah tangga kita dan menjadikannya penuh kasih sayang. Aamiin. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


