UTANG adalah amanah. Dalam ajaran Islam, ia bukan sekadar urusan dunia, tapi juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menunjukkan gelagat kurang baik ketika sudah berutang. Berikut beberapa tanda yang sering terlihat:
Sering Menghindar saat Ditagih
Awalnya responsif, tapi setelah jatuh tempo, tiba-tiba sulit dihubungi. Telepon tidak diangkat, pesan hanya dibaca tanpa balasan, bahkan kadang “menghilang” seolah tak punya kewajiban.
Banyak Alasan yang Berulang-ulang
Setiap ditanya soal pembayaran, jawabannya selalu ada saja alasan: belum gajian, ada kebutuhan mendesak, atau janji akan bayar “minggu depan”—yang terus diulang tanpa realisasi.
Tidak Menunjukkan Itikad Baik
Orang yang berniat membayar biasanya akan mencicil atau minimal memberi kabar. Tapi yang tidak mau bayar cenderung diam, tidak ada usaha, bahkan tidak merasa bersalah.
Gaya Hidup Terlihat Baik-baik Saja
Ini yang sering bikin miris. Katanya tidak punya uang, tapi masih sering nongkrong, belanja, atau pamer hal-hal yang tidak mendesak. Ini menandakan prioritasnya bukan melunasi utang.
Mudah Berjanji, Sulit Menepati
Janji demi janji dilontarkan agar terlihat meyakinkan. Tapi ketika waktu yang dijanjikan tiba, tidak ada tindakan nyata. Lama-lama, kepercayaan pun hilang.
Bersikap Defensif atau Marah
Saat ditagih, bukannya merasa bertanggung jawab, malah tersinggung atau marah. Seolah-olah yang menagih adalah pihak yang salah.
Menganggap Utang Hal Sepele
Ada yang berpikir utang bukan masalah besar, apalagi jika kepada teman atau keluarga. Padahal, sekecil apa pun utang tetap wajib dibayar.
BACA JUGA: 10 Tips Lunasi Utang dalam 1 Tahun ke Depan: Strategi Realistis dan Terukur
Menghindari Pertemuan Langsung
Mereka akan mencari cara agar tidak bertemu. Takut ditagih secara langsung, sehingga memilih menjaga jarak.
Sahabat Islampos, ingatlah, utang bukan hanya soal uang, tapi juga soal kejujuran dan tanggung jawab. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahwa jiwa seorang mukmin bisa tertahan karena utangnya sampai dilunasi.
Maka, jika kita berada di posisi berutang, berusahalah untuk jujur, terbuka, dan memiliki niat kuat untuk membayar. Dan jika kita menjadi pemberi utang, tetaplah bijak—tegas, namun tidak zalim. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

