BAYANGKAN sebuah gunung berapi yang tampak tenang.
Di permukaannya, ia terlihat biasa saja—bahkan terkadang dianggap mati. Namun jauh di dalam perut bumi, tekanan terus terkumpul. Panasnya tidak pernah benar-benar padam. Ia hanya menunggu satu momen: saat semuanya menemukan jalan untuk meledak.
Begitulah umat Islam.
Sering kali, umat ini tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya. Namun anehnya, pihak luar justru melihatnya dengan lebih jernih—bahkan dengan rasa cemas.
Para pengamat Barat membaca sesuatu yang tidak disadari oleh umat itu sendiri: potensi besar yang belum terkonsolidasi.
Seorang orientalis, H. A. R. Gibb, dalam karyanya The Islamic View, mencatat fenomena yang sulit dijelaskan:
“Gerakan keislaman berkembang dengan kecepatan yang mencengangkan… ia bisa meledak tiba-tiba sebelum sempat diamati tanda-tandanya.”
Ini bukan sekadar pengamatan akademik. Ini adalah kegelisahan.
Lebih jauh, ia sampai pada satu kesimpulan yang tajam:
“Gerakan ini hanya kekurangan satu hal: kepemimpinan. Ia hanya membutuhkan Salahuddin baru.”

Potensi yang Tersebar, Bukan Hilang
Jika kita menelusuri lebih dalam, kekuatan umat Islam bukanlah mitos.
Seorang penjelajah Jerman, Paul Schmidt, dalam bukunya Islam: Kekuatan Masa Depan (1936), menguraikan tiga pilar utama yang menopang kekuatan umat ini:
Pertama, kekuatan ideologi.
Akidah yang menyatukan berbagai bangsa, suku, dan budaya dalam satu ikatan: ukhuwah.
Kedua, kekayaan sumber daya alam.
Dari Samudra Atlantik hingga Maroko, dari Samudra Pasifik hingga Indonesia—wilayah Muslim menyimpan kekayaan yang luar biasa.
Ketiga, kekuatan demografi.
Populasi yang terus tumbuh, menjadi energi besar yang jika terarah akan menjadi kekuatan global.
Namun Schmidt tidak berhenti di sana. Ia memberi peringatan yang bernada hampir profetik:
“Jika tiga faktor ini disatukan… maka ini bisa menjadi ancaman bagi dominasi Barat, dan membuka jalan bagi kebangkitan Islam.”
—
Ketakutan yang Tersembunyi
Kekhawatiran ini juga muncul dalam tulisan Robert Bein dalam bukunya Pedang Suci:
“Kita harus mengkaji pemikiran umat Islam… karena mereka pernah menguasai dunia, dan mungkin akan melakukannya kembali.”
Lalu ia menutup dengan kalimat yang tidak biasa:
“Obor yang dinyalakan Muhammad masih menyala.”
Ini bukan sekadar romantisme sejarah.
Ini adalah pengakuan bahwa api itu belum padam—hanya tidak terorganisasi.
Masalahnya Bukan Ketiadaan Kekuatan
Jika kita kembali pada metafora gunung berapi tadi, masalah umat Islam bukanlah tidak adanya energi.
Masalahnya adalah:
energi yang tercerai-berai
potensi yang tidak terarah
dan kekuatan yang tidak dipimpin
Semua ada—tetapi tidak terhubung.
Umat ini memiliki akidah, tetapi kurang konsolidasi.
Memiliki sumber daya, tetapi kurang pengelolaan.
Memiliki jumlah, tetapi kurang arah.
—
Menunggu atau Menciptakan?
Ketika H. A. R. Gibb menyebut “Salahuddin baru”, yang dimaksud bukan sekadar sosok individu seperti Salahuddin Al-Ayyubi.
Ia adalah simbol:
kepemimpinan yang menyatukan
visi yang melampaui kelompok
dan keberanian untuk menggerakkan potensi menjadi kekuatan nyata
Pertanyaannya bukan lagi: apakah umat ini punya kekuatan?
Tetapi:
siapa yang mampu menghidupkan kekuatan itu?
BACA JUGA: Al-Qur’an di Kemah Pertempuran Salahuddin al-Ayyubi
Penutup: Api yang Belum Padam
Umat Islam hari ini sering melihat dirinya dalam keadaan lemah.
Namun sejarah—dan bahkan pengamatan lawan—berkata sebaliknya.
Di dalamnya masih tersimpan:
- keyakinan yang menyatukan
- kekayaan yang melimpah
- dan jumlah yang besar
Semua itu seperti bara dalam sekam.
Ia tidak hilang.
Ia hanya menunggu disentuh oleh kepemimpinan yang tepat.
Dan mungkin, “Salahuddin baru” itu bukan seseorang yang akan datang.
Tetapi seseorang yang sedang dibentuk—di tengah umat yang mulai menyadari dirinya sendiri. []
Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Berita Kemenangan Islam, GIP, 1997
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


