Apakah Ada Shalat Sunnah Khusus untuk Menghargai Waktu?

3 Min Read

SAUDARAKU,
Islam adalah agama yang sangat menghargai waktu.
Allah bahkan bersumpah dengan waktu dalam banyak ayat Al-Qur’an.
Karena itu, seorang muslim tidak boleh hidup dalam kelalaian dan kesia-siaan.

Lalu muncul pertanyaan,
apakah ada shalat sunnah khusus yang dilakukan sebagai bentuk menghargai waktu?

Secara khusus, tidak ada hadits shahih yang menyebutkan adanya “shalat sunnah menghargai waktu” dengan nama tertentu.
Namun, banyak amalan shalat sunnah dalam Islam yang sebenarnya mengajarkan seorang muslim untuk menjaga waktunya dengan baik.

Di antara yang paling jelas adalah shalat sunnah rawatib.
Rasulullah ﷺ sangat menjaga shalat-shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib.
Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda bahwa siapa yang menjaga dua belas rakaat sunnah dalam sehari semalam, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Hadits ini menunjukkan bahwa waktu seorang mukmin diisi dengan ibadah.
Bukan hanya shalat wajib, tetapi juga shalat sunnah yang mengiringinya.

Begitu pula shalat Dhuha.
Shalat ini dilakukan pada waktu pagi ketika banyak manusia sibuk mengejar urusan dunia.
Namun seorang mukmin menyempatkan dirinya menghadap Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada setiap pagi, seluruh persendian manusia memiliki kewajiban sedekah, dan dua rakaat Dhuha mencukupi semua itu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Ada juga shalat malam atau qiyamul lail.
Inilah ibadah yang paling menunjukkan penghargaan terhadap waktu.
Ketika manusia tidur lelap, orang-orang saleh bangun untuk bermunajat kepada Rabb mereka.

Allah memuji mereka dalam Al-Qur’an:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap.”
(QS. As-Sajdah: 16)

Para ulama salaf sangat menjaga waktu mereka dengan ibadah.
Hasan al-Bashri pernah berkata,
“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilang pula sebagian dari dirimu.”

Perkataan ini menunjukkan betapa berharganya waktu dalam pandangan salaf.

Ibn al-Qayyim juga mengatakan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian.
Karena kematian memutus hubunganmu dengan dunia, sedangkan menyia-nyiakan waktu memutus hubunganmu dengan Allah dan akhirat.

BACA JUGA:  Sering Keluar Kota Tapi Tak Tahu Cara Shalat Jamak Taqdim dan Takhir?

Maka, walaupun tidak ada shalat sunnah dengan nama “shalat menghargai waktu”, seluruh shalat sunnah dalam Islam sebenarnya mendidik kita agar hidup disiplin, teratur, dan dekat dengan Allah di setiap pergantian waktu.

Orang yang menjaga shalat sunnah biasanya lebih teratur hidupnya.
Waktunya tidak mudah habis untuk perkara sia-sia.
Hatinya lebih hidup.
Dan harinya terasa lebih berkah.

Jangan tunggu waktu luang untuk beribadah.
Justru ibadah itulah yang akan membuat waktumu menjadi penuh keberkahan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *