Bolehkah Shalat Dhuha Mengharapkan Rezeki?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Waktunya dimulai ketika matahari mulai naik hingga menjelang masuk waktu zhuhur. Banyak kaum muslimin menjaga amalan ini karena ingin mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dan mengawali pagi dengan ibadah.

Di tengah masyarakat, shalat dhuha sering dikenal sebagai shalat pembuka rezeki. Karena itu, muncul pertanyaan: bolehkah seseorang melaksanakan shalat dhuha dengan harapan dimudahkan rezekinya?

Jawabannya adalah boleh. Tidak ada larangan bagi seorang muslim berharap keluasan rezeki dari Allah melalui ibadah yang ia lakukan. Sebab seluruh amal saleh pada dasarnya dapat menjadi sebab datangnya rahmat dan keberkahan dari Allah ﷻ.

Ketakwaan Menjadi Sebab Datangnya Rezeki

Allah Ta’ala berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketakwaan dan ketaatan kepada Allah dapat menjadi sebab datangnya rezeki. Ketika seorang hamba menjaga ibadahnya, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah, maka ia sedang menempuh jalan keberkahan.

Shalat dhuha termasuk salah satu bentuk ketakwaan tersebut. Karena itu, tidak aneh jika banyak orang merasakan hidupnya lebih tenang dan dimudahkan setelah rutin mengerjakannya.

BACA JUGA:  Shalat Dhuha, tapi Tidak Shalat Shubuh, Gimana Urusannya?

Keutamaan Besar dalam Shalat Dhuha

Rasulullah ﷺ menjelaskan besarnya nilai ibadah dhuha dalam sebuah hadits:

“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang di antara kalian wajib dikeluarkan sedekahnya… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat dhuha.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat dhuha bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ia adalah bentuk syukur atas nikmat tubuh, kesehatan, dan kehidupan yang Allah berikan setiap hari.

Karena itu, orang yang menjaga dhuha sejatinya sedang menjaga hubungan dengan Allah sejak pagi hari. Dari sinilah muncul ketenangan hati dan keberkahan dalam aktivitas sehari-hari.

Memahami Makna “Rezeki” dengan Benar

Banyak orang mengira rezeki hanya berarti uang atau kekayaan. Padahal dalam Islam, rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas.

Kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, pekerjaan halal, waktu yang berkah, hingga dimudahkan dalam urusan juga termasuk rezeki dari Allah ﷻ.

Ada orang yang hartanya tidak terlalu banyak, tetapi hidupnya tenang dan cukup. Sebaliknya, ada yang bergelimang harta namun penuh kegelisahan. Karena itu, keberkahan lebih penting daripada sekadar jumlah.

Ketika seseorang rutin shalat dhuha lalu hidupnya terasa lebih ringan dan tenteram, itu pun bagian dari rezeki yang besar.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Jangan Jadikan Dhuha Hanya untuk Dunia

Meski boleh berharap rezeki melalui shalat dhuha, seorang muslim tetap harus meluruskan niatnya. Jangan sampai ibadah hanya dijadikan alat mengejar dunia semata.

Misalnya, seseorang rajin dhuha hanya agar cepat kaya. Ketika harapan dunianya belum tercapai, ia mulai malas bahkan meninggalkan ibadah tersebut. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa tujuan ibadahnya belum benar.

Seorang muslim seharusnya menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama. Adapun harapan mendapatkan rezeki, kemudahan hidup, dan keberkahan adalah tambahan yang boleh diharapkan.

Para ulama menjelaskan bahwa tidak mengapa seseorang beribadah sambil berharap manfaat dunia dan akhirat sekaligus, selama niat utamanya tetap karena Allah ﷻ.

BACA JUGA:  Waktu Terbaik Shalat Dhuha, Kapankan Itu?

Ibadah Harus Disertai Ikhtiar

Shalat dhuha juga harus dibarengi dengan usaha nyata. Islam tidak mengajarkan seseorang hanya beribadah tanpa bekerja dan berikhtiar.

Setelah melaksanakan dhuha, seorang muslim tetap harus mencari nafkah yang halal, bekerja dengan jujur, disiplin, dan menjauhi maksiat yang dapat menghalangi datangnya keberkahan rezeki.

Jangan sampai seseorang rajin shalat dhuha tetapi masih suka menipu, bermalas-malasan, atau meremehkan urusan halal dan haram. Karena keberkahan rezeki sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Shalat dhuha adalah amalan yang mulia dan penuh keutamaan. Ia mengajarkan seorang muslim untuk memulai pagi dengan dzikir, doa, dan kedekatan kepada Allah ﷻ.

Karena itu, tidak masalah bila seseorang berharap rezekinya dimudahkan melalui shalat dhuha. Namun yang terpenting, ibadah tersebut dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan semata-mata mengejar dunia.

Sebab rezeki terbaik bukan hanya yang banyak, tetapi yang halal, berkah, menenangkan hati, dan membawa seseorang semakin dekat kepada Allah ﷻ. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *